Ajakan untuk 'Pulang' di Ajang UWRF 2017

Ajakan untuk 'Pulang' di Ajang UWRF 2017
info gambar utama

Untuk kesekian kalinya, ajang sastra terbesar se-Asia Tenggara yakni Ubud Writers and Reades Festival (UWRF) kembali diadakan. Bagi para pegiatserta pecinta sastra dan seni, ajang ini menjadi sesuatu yang sangat dinanti – nantikan, mengingat kehadiran berbagai tokoh ternama di dunia sastra baik itu dari dalam maupun luar negeri akan meramaikan ajang tahunan yang berpusat di Ubud, Bali. Kali ini, UWRF 2017 mengusung tema “Origins” atau “Asal Muasal.” Pemilihan tema ini didasarkan pada filosofi Hindu Kuno mengenai lingkaran kehidupan, Sangkan Paraning Dumadi.

“Tema ‘Origins’ ini adalah sebuah ajakan untuk memperluas toleransi dan empati tidak hanya kepada individu lainnya, namun juga kepada semesta alam,” jelas Founder & Director UWRF, Janet DeNeefe. ‘Origins’ akan membentangkan tajuk-tajuk besar yang selama ini telah memengaruhi dan membentuk kehidupan kita, mulai dari politik hingga teknologi, dan lingkungan hingga spiritual. Selama lima hari penyelanggaraannya, UWRF akan mengajak para pengunjungnya untuk mempertimbangkan kembali asal muasal dari elemen-elemen yang membentuk kita sebagai manusia, hal-hal yang kita bawa sepanjang hidup, dan hal-hal yang mengingatkan kita untuk ‘pulang’.

(© UWRF 2017)
info gambar

Berbagai agenda telah disiapkan dan akan berlangsung selama lima hari, mulai dari 25 Oktober hingga 29 Oktober 2017. Lebih dari 160 figur ternama dari 30 negara akan hadir dan mengisi ratusan sesi yang ada, termasuk berbagai tokoh mulai dari Nh. Dini, Sutardji Calzoum Bachri, Leila S.Chudori Joko Pinurbo, Ni Luh Djelantik, Oka Rusmini hingga Andreas Harsono. Dari luar negeri, nama – nama top mulai dari Jung Chang, Lijia Zhang, Michael Vatiklotis, Jhoanna Lynn B. Cruz hingga Marc Nair juga menjadi pengisi perayaan sastra dan seni berkelas dunia tersebut.

Satu yang spesial dari pelaksanaaan UWRF 2017 kali ini, yakni kehadiran Pierre Coffin, sutradara animator dan pengisi suara handal dibalik seri Despicable Me dan Minnions. Putra dari novelis kawakan Nh. Dini ini akan hadir dan mengisi salah satu sesi utama di UWRF, menceritakan akan karirnya di industri perfilman dunia.

(© UWRF 2017)
info gambar

Tokoh – tokoh tersebut akan berbagi kisah, ide, dan inspirasi dalam 72 sesi panel diskusi yang akan berlangsung di berbagai lokasi yakni Taman Baca, Indus Restaurant, dan NEKA Museum. Selain itu, akan ada 100 lebih program lainnya yakni workshop, special event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi hingga program pengembangan karir di Emerging Voices. Berbagai informasi dan agenda lengkap dari pelaksanaan UWRF 2017 bisa dilihat melalui situs www.ubudwritersfestival.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini