Mengejutkan! Ternyata Ini Peringkat Jumlah Startup Indonesia di Dunia

Mengejutkan! Ternyata Ini Peringkat Jumlah Startup Indonesia di Dunia
info gambar utama
Ekonomi digital saat ini dianggap akan mengubah sejarah dunia ke babak yang benar-benar baru. Akses informasi, inovasi tiada henti, dan pemecahan masalah-masalah masyarakat yang jauh lebih cepat dari pada beberapa dekade yang lalu membuat teknologi digital menempatkan peradaban manusia seakan berada di masa depan. Tembok pembatas untuk menciptakan perusahaan semakin menipis dan sumber daya yang dibutuhkan semakin murah mengakibatkan berbagai jenis perusahaan kecil digital yang disebut dengan startup bermunculan di seluruh dunia. Tidak terkecuali di Indonesia yang dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi ekonomi digital terbesar di dunia.

Mengejutkannya adalah, ternyata jumlah startup yang ada di Indonesia jumlahnya mencapai lebih dari 1.000 startup. Bahkan berdasarkan data yang dimiliki StartupRanking, Indonesia ditempatkan sebagai negara ketiga di dunia yang memiliki jumlah startup terbanyak di bawah Amerika Serikat dan India.

Amerika Serikat sendiri tercatat memiliki 37.480 startup. Sementara India di peringkat dua dengan 3.928 startup. Indonesia mengikuti di peringkat ketiga dengan 1.559 startup. Di tempat keempat ditempati oleh Inggris dengan 1.271. Dan di peringkat kelima bertengger Brazil dengan 718 startup.

Peringkat jumlah startup dunia (Grafik: startupranking.com)
info gambar

Melihat jumlah startup asal Indonesia yang ternyata sangat banyak. Menunjukkan bahwa Indonesia memang berusaha untuk tampil di kancah dunia dalam revolusi digital ini. Posisi ini otomatis menempatkan Indonesia di peringkat pertama untuk skala regional Asia Tenggara.

Sementara di peringkat dua ditempati oleh Singapura dengan 306 startup. Di peringkat ketiga bertengger Filipina dengan 172 startup. Malaysia berada di peringkat keempat dengan 113 startup. Dan Thailand berada di peringkat kelima dengan 61 startup.

Berdasarkan data StartupRanking pula, startup asal Indonesia, Tokopedia menempati rangking pertama di Indonesia. Kemudian disusul oleh Bukalapak, Blibli dan Traveloka. Secara mengejutkan, startup Unicorn pertama di Indonesia Go-Jek menempati peringkat 12 di Indonesia dalam daftar ini.

Peringkat ini mungkin saja dapat diragukan validitasnya karena dalam peringkat lima besar tidak muncul negara Tiongkok. Padahal negara komunis ini dikenal sebagai negara yang begitu masif mengembangan ekonomi digitalnya. Bahkan tidak sedikit pemodal-pemodal ventura asal Tiongkok yang memberikan permodalan ke startup-startup dunia termasuk ke Indonesia. Tiongkok dalam peringkat ini berada 66 dengan jumlah startup sebanyak 46.

Banyaknya startup di Indonesia akan mampu menarik perhatian pemodal untuk semakin banyak menanamkan modalnya di ekosistem digital Indonesia. Sebab memperlihatkan bahwa industri digital di Indonesia cukup tumbuh subur bagi startup-startup baru bermunculan.

Sementara serdasarkan data yang dilansir oleh AT Kearney, modal yang masuk ke eksosistem digital Indonesia rupanya telah tumbuh 68 kali lipat hanya dalam waktu 5 tahun sejak tahun 2012 hingga 2016 dengan nilai US$ 0,3 miliar menjadi US$ 6,8 miliar. Itu artinya kepercayaan investor pada eksosistem digital Indonesia cukup tinggi dan menjadi angin segar bagi startup-startup muda lainnya yang membutuhkan modal untuk pertumbuhan.

Lalu, mampukah Indonesia mengambil kesempatan meraup keuntungan dari potensi ekonomi digital Indonesia yang diprediksi mencapai US$ 130 miliar beberapa tahun mendatang? Bagaimana menurutmu kawan?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini