Memupuk patriotisme, mengenal alam Indonesia

Memupuk patriotisme, mengenal alam Indonesia
info gambar utama

Berbicara tentang prestasi anak bangsa tentu sudah begitu banyak pencapaian yang berhasil diraih. Mulai dari kejuaraan saintek tingkat internasional, olimpiade, hingga kemampuan anak bangsa dalam menciptakan teknologi yang beguna bagi bangsa dan dunia. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki segala potensi yang dapat dikembangkan sebaik mungkin sebagai bagian dari warga dunia.

Keanekaragaman hayati dan topografi indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke selalu digadang-gadang sebagai yang terbaik di dunia. Begitupun dengan dunia kepariwisataan didalamnya. Adapun kemampuan dalam mengelola kekayaan tersebut merupakan tugas kita sebagai anak bangsa untuk dapat memanfaatkannya sebaik mungkin secara berkelanjutan. Pengetahuan dan keahlian mutlak diperlukan dalam pengembangan pariwisata minat khusus. Berbagai organisasi kepecintaalaman pun hadir di bumi pertiwi dalam giat patriotisme untuk menorehkan prestasi-prestasinya di kancah internasional.

Selepas Asmujiono sebagai orang pertama dari Asia Tenggara yang menginjakkan kaki di puncak Everest tanggal 27 April 1997, pada tahun 2011 empat nama dari Indonesia muncul dalam daftar pendaki Gunung Everest sekaligus Seven Summiters setelah menyelesaikan pendakian di Denali, Alaska. Keempat orang tersebut merupakan Sofyan Arief Fesa (29), Xaverius Frans (25), Broery Andrew Sihombing (23), dan Janathan Ginting (23) yang merupakan kelompok pendaki sipil dari Pecinta Alam Mahitala Universitas Parahyangan (Mahitala Unpar). Setelah sukses melakukan ekspedisi pertama bertajuk ISSEMU, Mahitala Unpar kembali menelurkan prestasinya dengan pendakian WISSEMU yang saat ini telah mencapai puncak ke enam dari seven summit.

Tidak hanya jajaran gunung-gunung tertinggi di dunia, putra putri bangsa juga turut meramaikan cabang pariwisata minat khusus lainnya seperti panjat tebing dalam ekspedisi Astacala ‘facing giant rock’, Mapagama ‘rock of pyramid’, atau Indonesian big wall project serta olahraga air seperti kayaking Palapsi dalam ‘spirit of kiwi kayaking’. Selain prestasi kelompok, adapula prestasi individu yang diraih oleh putra-puteri bangsa, seperti Bambang 'Paimo' Hertadi Mas yang telah bersepeda melintasi lima benua dan bahkan pernah mendaki beberapa puncak gunung dengan menggunakan sepeda.

Tanpa menampik beragam kesibukan di keseharian kita, sudah seberapa jauh kita mengenal alam indonesia? Seperti yang dikatakan Soe Hok Gie dalam bukunya, “...Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”


Sumber:

https://malang.merdeka.com/profil/bambang-paimo-arek-malang-yang-sudah-bersepeda-lintasi-5-benua-161007d.html

https://astacala.org/2013/12/ekspedisi-astacala-facing-giant-rock-di-kompas-kampus/

https://travel.detik.com/travel-news/d-3051197/sofyan-arief-sudah-berdiri-di-7-puncak-tertinggi-di-7-benua

https://7summits.com/7summits_statistics.php

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini