Wow Ternyata Produk Suku Cadang Indonesia Diminati Oleh Negara Pakistan

Wow Ternyata Produk Suku Cadang Indonesia Diminati Oleh Negara Pakistan
info gambar utama

Indonesia sebagai salah satu produsen otomotif terkemuka di Asia Tenggara ternyata memiliki reputasi yang baik. Hal ini terbukti dengan berminatnya para pebisnis otomotif asal Pakistan untuk melakukan perdagangan suku cadang dan komponen otomotif dari Indonesia. Minta tersebut disampaikan saat Dubes RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri menghadiri undangan Ketua Lahore Chamber of Commerce atau bisa disebut juga Kamar Dagang (KADIN) Lahore.

Sebagaimana rilis yang diterima GNFI, Presiden Kadin Lahore, Malik Tahir Javaid mengungkapkan bahwa pihaknya ingin mengimpor komponen asal Indonesia senilai US$ 1,1 juta per tahun. Selain itu, terungkap juga dalam Trade Expo Indonesia pertengahan Oktober lalu pengusaha Pakistan yang melakukan kontrak bisnis impor senilai US$ 800 ribu. Begitu juga dengan suku cadang truk di Pakistan yang ternyata di datangkan dari Indonesia pula, nilainya mencapai US$ 500 ribu.

"Daya saing sparepart asal Indonesia menjadi salah satu pendorong penguatan hubungan perdagangan bilateral," ujar Dubes RI.

Penyampaian minat pebisnis otomotif di Pakistan ini merupakan upaya untuk meningkatkan efektifitas PTA dan melangkah menuju FTA (Free Trade Area) sehingga komponen asal Indonesia dapat lebih mudah masuk ke Pakistan. Sebab saat ini beberapa komponen otomotif asal Indonesia masih dikenakan tarif impor yang relatif tinggi dibandingkan dengan komponen serupa asal Tiongkok.

Menurut Dubes RI, hasil pratinjau ke-3 PTA pada bulan Agustus yang lalu, di tahun 2018 mendatang buah mangga asal Punjab, Pakistan akan bisa masuk ke Indonesia. Selain itu jeruk kino yang juga banyak dihasilkan di Punjab bisa masuk ke pasar lokal Indonesia mulai Desember hingga April.

"Kesepakatan yang dicapai tersebut, memerlukan sikap proaktif dari para pebisnis kedua negara untuk mewujudkannya melalui saling kunjung antar KADIN," pungkas Dubes RI.

Pemenuhan undangan Kadin Lahore oleh Dubes RI membuat Ketua KADIN Lahore menyambut pula rencana kunjungan delegasi KADIN Lahore ke Indonesia pada bulan Februari 2018 mendatang. Pihaknya mengharapkan KBRI Islamabad dapat memfasilitasi pertemuan B to B dengan mitra Indonesia pada kunjungan itu.

Sebagai informasi, industri otomotif Pakistan saat ini tumbuh positif, hal ini terjadi berkat berkembangnya kelas menengah di Pakistan yang jumlah populasinya mencapai 80 juta. Selain itu, pesatnya aktivitas pembangunan dan logistik proyek China Pakistan Economic Corridor (CPEC) juga berkontribusi pada terciptanya permintaan komponen truk di Pakistan. Pembukaan jalan baru di berbagai provinsi Pakistan juga turut mendorong tingginya pertumbuhan penjualan mobil, sehingga permintaan komponen mobil di Pakistan meningkat.

Selama periode Juli-September 2017 data Pakistan Automotive Manufacturers Association (PAMA) menunjukan bahwa penjualan mobil meningkat mencapai 60.470 unit, angka ini meningkat 27% dibandingkan periode sama di tahun 2016. Sementara untuk memenuhi kebutuhan suku cadang otomotif, Pakistan mengimpor dari Cina, Thailand, Turki, dan Indonesia. Total nilai impor suku cadang Pakistan mencapai US$ 29,2 M, dengan porsi terbesar US$ 4,79 M berasal dari Cina dan US$ 814,4 Juta berasal dari Thailand.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini