Semua Desa Di NTT Akan Berlistrik Pada Tahun 2019

Semua Desa Di NTT Akan Berlistrik Pada Tahun 2019
info gambar utama

David Melo Wadu selaku Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) optimistis bahwa pada 2019 semua desa di wilayah provinsi kepulauan ini sudah berlistrik.

“Pembangunan kelistrikan kita di NTT terus berjalan dan progresnya cukup signifikan yang hingga kini sudah mencapai 68 persen,” kata David pada Antara.

Ia mengatakan rasio elektrifikasi bisa meningkat lebih dari 70 persen pada 2018, karena progres kenaikannya cukup baik dari 52 persen pada 2016 menjadi 68 persen hingga Oktober 2017.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa PLN serius dan bekerja tanpa lelah untuk menerangi semua desa hingga ke pelosok NTT yang terdiri dari pulau-pulau ini,” ucap David.

Ia mencontohkan sejumlah desa di Pulau Flores, seperti di Kabupaten Flores Timur, Ngada, Ende dan Lembata, rasio elektrifikasinya sudah mencapai antara 70 - 90 persen. Bahkan di Kabupaten Flores Timur sendiri sudah mencapai lebih dari 90 persen dengan hanya tersisa sedikit desa yang belum mendapat penerangan listrik dari PLN.

Menurut David, dari sisi sistem pembangkit sudah mulai tersedia dengan baik seperti di Pulau Timor yang masih kelebihan daya (surplus) karena didukung pembangkit listrik dari kapal (marine vessel power plant) dengan kapasitas 60 megawatt (MW) plus cadangan daya 60 MW.

“Pulau Timor memang sistemnya sudah beres tinggal pembangunan jaringan ke desa-desa, sementara desa-desa di Pulau Flores dan Sumba juga sedang dalam proses persiapan,” jelas David.

Program 100 persen desa berlistrik di NTT dapat direalisasikan dengan mudah jika mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat setempat, terutama pembebasan lahan. Meskipun demikian, ia tetap mengharapkan PLN dan pemerintah kabupaten untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka bisa merelakan lahannya dilalui jaringan listrik.
“Jika sudah ada kerelaan dari masyarakat seperti itu, maka akan dengan mudah pula untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber energi baru terbarukan (EBT),” ucap David.

Sumber EBT di NTT yang telah dipetakan itu meliputi pembangkit listrik tenaga surya di Pulau Timor, pembangkit listrik tenaga panas bumi di Pulau Flores serta pembangkit listrik yang bersumber dari potensi air dan bayu di Pulau Sumba.

“Kalau semua potensi kearifan lokal EBT bisa dikembangkan maka NTT bisa saja mengalami surplus daya listrik yang dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga menuju sejahtera,” tambah David.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini