Inkubator startup asal Indonesia, Indigo ID yang merupakan bagian dari Telkom Indonesia memperluas pengaruhnya di ekosistem digital. Salah satunya adalah dengan membuka peluang kerja sama secara internasional. Lewat kerjasama ini diharapkan startup-startup yang dibina oleh Indigo akan mampu bekerjasama dengan startup lain dari luar negeri.

Sebagaimana diberitakan SindoNews (/) Head of Marketing & International Channel Indigo ID Bayu Hartoko menjelaskan bahwa salah satu bentuk kerjasama internasional tersebut adalah keikutsertaan startup-startup Indigo di event conference Tech In Asia (TIA) Jakarta 2017 yang lalu. 

"Keterlibatan kami dalam ajang seperti TIA ini juga penting karena kami pun jadi sering dihubungi inkubator lain dari seluruh dunia. Sekarang saja ada kontak dari Jepang, Jerman dan Hongkong untuk menjajaki kerjasama dengan Indigo ID," kata Bayu. 

Di pameran seperti TIA 2017 yang lalu kerap mendatangkan potensi kerja sama yang tidak terduga. Seperti bertemu mitra Internet of Thins (IoT) global, televisi berbayar dan elemen lainnya yang siginifikan dalan pengembangan institusi di masa mendatang. 

Selama ini Indigo ID pun telah memfasilitas startup binaan untuk unjuk gigi di luar negeri lewat berbagai event seperti Innovest Unbound di Singapura, CeBIT di Jerman, ITU World Telecom di Korea Selatan. Tidak hanya itu, pada Oktober yang lalu 3 startup binaan Indigo ID juga dikirim ke Silicon Valley. Di sana mereka bertemu dan berdiskusi dengan para korporasi teknologi maupun institusi modal ventura. "Kami berencana meneruskan dan merancang program-program yang lebih lengkap, strategis dan berdampak," ungkap Bayu.

Indigo sendiri memiliki reputasi yang baik sebagai inkubator startup di Indonesia. Selain merupakan inkubator plat merah pertama di Indonesia, Indigo ID juga merupakan inkubator dengan akses pasar yang luas. Lewat kerjasama dengan anak perusahaan Telkom Indonesia, startup dapat menjangkau 3 juta pelanggan Indihome, lebih dari 150 juta pelanggan Telkomsel, juga termasuk korporasi pelanggan Telkom International (Telin) di 10 negara di dunia. 

"Kami membuka diri kolaborasi dengan semua pihak. Jangan malah kita seperti satu kue terakhir yang tersisa di atas meja. Mari terus kordinasi dan kolaborasi sesama inkubator," pesan Bayu.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu