Bangga! Startup Berstatus Unicorn di Indonesia Bertambah Satu

Bangga! Startup Berstatus Unicorn di Indonesia Bertambah Satu

© bukalapak.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Jumlah startup berstatus Unicorn atau melebihi nilai valuasi sebesar US$ 1 Milyar di Indonesia bertambah satu. Startup tersebut adalah sebuah startup pasar daring atau market place bernama Bukalapak yang didirikan oleh Achmad Zaky alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sebagaimana diberitakan oleh Tempo (16/11) Bukalapak mencapai valuasi lebih dari US$ 1 milyar tersebut diumumkan oleh CEO Bukalapak, Achmad Zaky. Hal tersebut disampaikan dalam Digital Economic Briefing bersama Tempo Media Group sehari sebelumnya.

Namun Achmad Zaky enggan untuk mengungkap siapa investor yang mengucurkan dana untuk Bukalapak. "Itu (dananya) dari investasi, tapi saya belum bisa share siapa (investornya). Pokoknya sudah one billion," ujar Zaky.

Zaky mengungkapkan dengan memiliki status sebagai Unicorn tidak lantas membuat Bukalapak akan meninggalkan identitas kelokalannya. Pun secara struktural kepemilikan ia menjamin Bukalapak tidak akan jatuh ke tangan asing. Meski begitu, ia menekankan bukan berarti Bukalapak itu anti-asing namun ia tetap terbuka dan membuka kesempatan bagi pihak asing yang mau berinvestasi di Bukalapak. "

"Intinya, kita mau memanfaatkan, bukan dimanfaatkan," ucapnya.

Naiknya status Bukalapak menjadi Unicorn tentu saja menambah panjang daftar perusahaan digital rintisan di Indonesia. Sebelumnya, Indonesia telah memiliki tiga startup Unicorn yakni Go-Jek, Traveloka dan Tokopedia. Sehingga total kini, Indonesia telah menjadi rumah bagi empat startup bervaluasi lebih dari US$ 1 Milyar.

Hal ini juga mematahkan prediksi bahwa dalam waktu dekat di Indonesia tidak akan ada Unicorn baru selain tiga GTT (Go-Jek, Traveloka dan Tokopedia) yang disampaikan seorang petinggi institusi modal ventura beberapa waktu lalu. Sehingga ini membuktikan bahwa investasi untuk perusahaan-perusahaan digital di Indonesia masih terus mengalir sebagaimana diprediksi dalam riset ATKearney beberapa waktu lalu.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga74%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang2%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau6%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Ratusan Triliun, Potensi Pasar Internet of Things di Indonesia Sebelummnya

Ratusan Triliun, Potensi Pasar Internet of Things di Indonesia

Buku Pintar, "Wikipedia-nya" Orang Indonesia Sebelum Era Internet Selanjutnya

Buku Pintar, "Wikipedia-nya" Orang Indonesia Sebelum Era Internet

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.