Yogyakarta punya event Jalan Kaki yang diakui Dunia

Yogyakarta punya event Jalan Kaki yang diakui Dunia
info gambar utama

Yogyakarta kembali menjadi tuan rumah event jalan kaki internasional satu-satunya di Indonesia dan di ASEAN, yaitu the 9th Jogja International Heritage Walk (JIHW). Event jalan kaki yang merupakan seri ke-28 event jalan kaki internasional ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Sabtu, 18 November 2017 dan Minggu, 19 November 2017.

Dahlia Puspa Sari, HR and Development Jogja Walking Association (JWA) sebagai pelaksana JIHW, menyampaikan bahwa Jogja International Heritage Walk merupakan event tahunan jalan kaki skala internasional yang memberi kesempatan bagi peserta memilih jarak rute yang ditentukan, yaitu 5 km, 10 km, dan 20 km perharinya. JIHW 2017 ini diikuti tak kurang 300 delegasi mancanegara yang berasal dari 22 negara, seperti Belanda, Belgia, Jerman, Norwegia, Swiss, India, Rumania, Afghanistan, Lithuania, Denmark, Swedia, Perancis, Austria, Australia, Jepang, Korea Selatan, Rusia, China, Taiwan, Amerika Serikat, dan negara-negara di Asia Tenggara. Selain itu ribuan peserta dari dalam negeri juga telah mendaftar.

Pada hari pertama, peserta diajak menikmati alam pedesaan di Kalasan, Sleman dengan rute mulai dari Lapangan Brahma, Kompleks Candi Prambanan kemudian melalui beberapa candi seperti Candi Kedulan, Candi Sambisari, dan Candi Sari. Pada hari kedua, peserta diajak menyusuri alam pedesaan di Imogiri, Bantul melalui rute yang menarik seperti Jembatan Siluk di Dusun Karangtengah, Kedungmiri, Sriharjo dan Jembatan Oya. Sepanjang perjalanan, peserta juga disuguhi kegiatan seni budaya dan aktifitas khas masyarakat Yogyakarta.

Pada kesempatan berbeda, Sekjen Jogja Walking Association, Fitriani Kuroda, mengatakan bahwa melalui JIHW ini, Indonesia pada 7 Mei 2013 menjadi negara pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang bisa lolos menjadi anggota International Marching League (IML) atau Liga Jalan Kaki Dunia. Pada bulan Nopember 2013, JIHW juga resmi disahkan menjadi anggota Internationaler Volkssport Verband (IVV) atau International Federation of Popular Sport.

"Event jalan kaki ini tidak hanya dimaksudkan untuk mempromosikan gaya hidup sehat melalui berjalan kaki semata, namun event ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan komunikasi dan interaksi antarmasyarakat yang berbeda agama, kebangsaan, bahasa dan latar belakang budaya," tambahnya.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, event sport tourism semacam JIHW ini bisa menjadi wahana yang efektif untuk menarik jumlah wisatawan mancanegara dari Eropa, Asia, dan Amerika. Pesertanya meningkat dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan kali ini pun ada peningkatan jumlah negara yang mengikuti, yakni 22 negara sedangkan tahun lalu 18 negara peserta.

"JIHW juga masuk menjadi salah satu dari 100 Wonderful Event di Indonesia oleh Kementrian Pariwisata Indonesia. Dari Jogja sendiri ada tiga event yang masuk, yakni JIHW, ArtJog, dan JAFF-Netpac. JIHW juga sudah dimasukkan sebagai kandidat penerima annual award yang diselenggarakan MarkPlus. Hal ini tentu bisa menjadi wahana promosi yang sangat baik untuk mengenalkan destinasi wisata di Yogyakarta," ujar Imam saat jumpa media beberapa waktu lalu.***(eka)

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini