Ini Bukti Kapal Rakyat Masih Eksis Sebagai Kearifan Lokal Indonesia

Ini Bukti Kapal Rakyat Masih Eksis Sebagai Kearifan Lokal Indonesia

Festival Parade Kapal Rakyat Jawa Timur 2017 diselenggarakan oleh Disperindag Jatim pada Minggu pagi, 19 November 2017 di Pantai Batu-Batu Kenjeran, Surabaya © Rizkia Yulianti (GNFI)

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Taman Suroboyo terlihat lebih sesak dari biasanya. Dan cuaca yang tidak panas membuat semua warga tidak ragu untuk datang berkumpul di sana menyaksikan Festival Parade Kapal Rakyat Jawa Timur 2017. Festival ini, yang diikuti oleh 60 peserta dari seluruh daerah di Jawa Timur menghias kapal kecilnya sedemikian rupa untuk memenangkan piala dan hadiah total 13 juta rupiah.

Mengusung tema “Pahlawan”, tampak beberapa kapal memasang poster pahlawan perjuangan favorit mereka. Beragam jenis kapal rakyat ini menarik perhatian. Taman Suroboyo menjadi tempat festival parade kapal rakyat yang kedua kali ditahun ini, setelah diadakan festival yang pertama kali ditahun 2015.

Melalui festival ini, masyarakat jadi tahu bahwa kapal rakyat sejatinya adalah kearifan lokal yang ternyata eksistensinya jarang dikenal baik namun sangat bermanfaat bagi kehidupan khususnya bagi masyarakat pesisir pantai.

Panitia menyediakan bentuk edukasi pengenalan kapal rakyat yakni dengan poster besar didekat panggung acara. Terdapat 11 gambar jenis kapal tradisional Jawa Timur.

salah satu galangan kapal peserta nomor urut 19 yang saat memamerkan dekorasinya di hadapan juri | foto oleh Rizkia Yulianti (GNFI)
salah satu galangan kapal peserta nomor urut 19 saat memamerkan dekorasinya di hadapan juri | foto oleh Rizkia Yulianti (GNFI)

Kapal Pandik, Kapal Etek, Kapal Sro’ol, Kapal Golekan, Kapal Jaten, Kapal Sampan, Kapal Skoci, Kapal Modus, Kapal Alis-Alis, Kapal Pincuk, dan Kapal BC, semuanya adalah jenis kapal yang digunakan lebih banyak sebagai kapal untuk menangkap ikan dan beberapa dapat digunakan sebagai kapal penumpang. Kesebelas jenis kapal tradisional ini dirangkum dari UPT PPI Probolinggo.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Romansa Kopi wilis asal kabupaten Madiun Sebelummnya

Romansa Kopi wilis asal kabupaten Madiun

Peringkat 2 Dunia, Inilah Penantang "Silicon Valley" dari Indonesia di Masa Depan Selanjutnya

Peringkat 2 Dunia, Inilah Penantang "Silicon Valley" dari Indonesia di Masa Depan

Julian Alsen
@julian

Julian Alsen

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.