Ini Bukti Kapal Rakyat Masih Eksis Sebagai Kearifan Lokal Indonesia

Ini Bukti Kapal Rakyat Masih Eksis Sebagai Kearifan Lokal Indonesia
info gambar utama

Taman Suroboyo terlihat lebih sesak dari biasanya. Dan cuaca yang tidak panas membuat semua warga tidak ragu untuk datang berkumpul di sana menyaksikan Festival Parade Kapal Rakyat Jawa Timur 2017. Festival ini, yang diikuti oleh 60 peserta dari seluruh daerah di Jawa Timur menghias kapal kecilnya sedemikian rupa untuk memenangkan piala dan hadiah total 13 juta rupiah.

Mengusung tema “Pahlawan”, tampak beberapa kapal memasang poster pahlawan perjuangan favorit mereka. Beragam jenis kapal rakyat ini menarik perhatian. Taman Suroboyo menjadi tempat festival parade kapal rakyat yang kedua kali ditahun ini, setelah diadakan festival yang pertama kali ditahun 2015.

Melalui festival ini, masyarakat jadi tahu bahwa kapal rakyat sejatinya adalah kearifan lokal yang ternyata eksistensinya jarang dikenal baik namun sangat bermanfaat bagi kehidupan khususnya bagi masyarakat pesisir pantai.

Panitia menyediakan bentuk edukasi pengenalan kapal rakyat yakni dengan poster besar didekat panggung acara. Terdapat 11 gambar jenis kapal tradisional Jawa Timur.

salah satu galangan kapal peserta nomor urut 19 yang saat memamerkan dekorasinya di hadapan juri | foto oleh Rizkia Yulianti (GNFI)
info gambar

Kapal Pandik, Kapal Etek, Kapal Sro’ol, Kapal Golekan, Kapal Jaten, Kapal Sampan, Kapal Skoci, Kapal Modus, Kapal Alis-Alis, Kapal Pincuk, dan Kapal BC, semuanya adalah jenis kapal yang digunakan lebih banyak sebagai kapal untuk menangkap ikan dan beberapa dapat digunakan sebagai kapal penumpang. Kesebelas jenis kapal tradisional ini dirangkum dari UPT PPI Probolinggo.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini