Hebat! Tim Kesenian Indonesia Raih Juara di St Petersbug

Hebat! Tim Kesenian Indonesia Raih Juara di St Petersbug

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folkfore Festival © Dok.KBRI Moskow

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia kembali menunjukkan kehebatannya dalam ajang internasional. Kali ini giliran tim kesenian indonesia yang berhasil menjadi juara umum dalam 10th international Folkfore Festival "Interfolk in Rusia" di St. Pertersbug, Rusia.

Seperti di beritakan Republika.co.id (20/11) Tim kesenian indonesia Universitas Prasetiya Mulya, Tangerang, yang tergabung dalam Student Activity Club (SAC) Tari Tradisional Sakiriana keluar sebagai juara umum, dengan penampilan yang spektakuler dan mengukuhkan lima penghargaan sekaligus dari dewan juri.

Peringkat pertama untuk Folk Dance Category, Special Price of the Jury for Artistry in the Performance of the Competition Program, Referensi Khusus dari Presiden European Association of Folklore Festivals (EAFF) untuk ikut serta dalam the World Championship of Folklore "World Folk" di Bulgaria tahun 2018, dan GRAND PRIX Award of the 10th International Folklore Competition "Interfolk in Russia".

Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay DianaTim mengatakan bahaw Kesenian Universitas Prasetiya Mulya ikut serta dalam kategori D (Folk Dance) dari lima kategori yang diperlombakan dan diikuti oleh 59 Tim dari 11 negara.

Tim Kesenian Indonesia yang beranggotakan 13 orang merupakan satu-satunya peserta dari Indonesia dan Asia untuk meraih prestasi. Peserta dari negara lain yang ikut serta antara lain Rusia, Ekuador, Kuba, Belgia, Iran, Romania, Inggris, Latvia, Swiss dan Estonia.

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival | Dok. KBRI Moskow
Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival | Dok. KBRI Moskow

Pada babak semi final, Tim Kesenian Universitas Prasetiya Mulya menampilkan "Harmoni Khatulistiwa" melalui tari Zapin Sinapelan dari Riau dan tari kreasi Bali "Gebyar Dewata". Sedangkan di babak final, tari Saman Ranto Jaroe dari Aceh menggebrak panggung dan membuat penonton serta dewan juri terkesima dengan gerakan tarian dan juga pakaian dikenakan penari.

Dubes Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi yang menerima Tim Kesenian Prasetiya Mulya di KBRI Moskow menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan yang dicapai dalam festival ini. Tim KesenianUniversitas Prasetya Mulya telah ambil bagian dalam diplomasi kebudayaan.

"Kami sangat bangga dengan capaian ini. Misi ini sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, seperti tarian dan pakaian daerah. Semakin banyak partisipasi dalam berbagai acara budaya, hubungan antar bangsa, terutama di tataran people to people akan semakin kokoh," ungkapnya.

Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival l Dok. KBRI Moskow
Tim Kesenian Indonesia di Intl. Folklore Festival l Dok. KBRI Moskow

Farel S.V. Sinaga, Manager Kemahasiswaan Universitas Prasetiya Mulya mengatakan sambutan penonton sangat luar biasa. Banyak peserta maupun penonton antusias untuk berfoto bersama dan mereka sangat terkesan dengan kostum ataupun tarian yang dibawakan. Ditambahkan bahwa banyak sekali yang memberikan ucapan selamat sambil menirukan gerakan tarian Saman.

“Banyak sekali penonton sangat kagum dengan gerakan tarian Saman, terutama sikap duduk dan variasi gerakan tangan. Dengan persiapan yang singkat, kami senang sekali bisa memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional melalui festival ini,” ujar Farel.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Nusa Tenggara Barat Gelar Hijab Run 2017 Sebelummnya

Nusa Tenggara Barat Gelar Hijab Run 2017

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria

Nurul Arifin
@arale

Nurul Arifin

endblogg.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.