Ketika Matematika Dijadikan Sarana Membangun Peradaban

Ketika Matematika Dijadikan Sarana Membangun Peradaban

People Crowd © Bossfight

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sejak kecil kita selalu mengasumsikan matematika sebagai ilmu berhitung. Saat kita sekolah pada tingkat dasar hingga perguruan tinggi pun gagasan itu agaknya tak kunjung berubah.

Lalu bagaimana jika ada yang memunculkan gagasan “Matematika tanpa Angka”.

Motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra mengatakan bahwa esensinya matematika bukanlah berhitung, akan tetapi kesepakatan terhadap aturan-aturan”.

Raden Ridwan Hasan Putra | Foto: Istimewa
Raden Ridwan Hasan Putra | Foto: Istimewa

Matematika tanpa Angka adalah istilah yang dikenalkan Ridwan HS untuk memahami matematika bukan sekedar ilmu berhitung, akan tetapi lebih dari itu.

Dalam mengkaji matematika, para siswa diharapkan untuk bisa menyepakati dan mengikuti aturan dan setiap siswa tidak boleh melanggar aturan jika mereka tidak ingin mendapatkan hukuman atau disalahkan oleh gurunya.

Sebenarnya dalam ruang kehidupan nyata pun, siswa diharapkan jadi sosok yang patuh pada aturan dan kesepakatan bersama. Matematika tanpa angka adalah pelajaran yang mengajarkan siswa menjadi orang yang taat hukum, norma, dan menjunjung tinggi nilai moral. Dengan begini akan menghadirkan generasi masa depan yang lebih baik dan menaati norma serta hukum.

Sikap moral dan taat aturan merupakan wujud nyata dari tingkat spiritualitas dan kecerdasan emosional. Orang tua yang mengajarkan anak mereka norma dan moral yang baik sejak dini, maka orang tua tersebut hakikatnya sudah mengajarkan matematika tanpa angka.

“Belajar norma dan sikap moral yang baik itu lebih penting diajarkan dan dididik lebih awal daripada belajar konten matematika. Ketika anak belajar sikap moral yang baik, daya nalar anak akan meningkat dan membuat anak akan mudah memahami pelajaran matematika (matematika dengan angka) di sekolahnya," ujar Ridwan HS yang menjabat Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA.

Seorang kepala sekolah bernama Concordia S. Talaid menyatakan rasa suka cita atas apa yang diunkapkan Ridwan HS. Menurutnya topik materi tentang cara berpikir suprarasional sangat bermanfaat, sebab ia menjadi semakin memahami cara yang harus dilakukan seorang guru untuk membuat para siswanya mencintai matematika. "Saya juga sepakat bahwa anak-anak tak cukup hanya dipenuhi kebutuhan raganya (pangan, sandang, papan), tetapi harus dipenuhi juga kebutuhan jiwanya (beribadah pada Tuhan).

Sumber: republika.co.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sekali Lagi! TNI AD Juara Umum Lomba Menembak di Singapura Sebelummnya

Sekali Lagi! TNI AD Juara Umum Lomba Menembak di Singapura

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi Selanjutnya

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi

Nurul Arifin
@arale

Nurul Arifin

endblogg.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.