Melati dan Isabel Wijsen meraih Penghargaan Bambi berkat program mereka Bye Bye Plastic Bags. Dua anak asal Bali itu memerangi sampah plastik yang merupakan limbah yang sangat besar di pulau Dewata sejak April 2013.

Seperti yang dilansir Deutsche Welle, penghargaan Bambi adalah ajang bergengsi di Jerman. Tiap tahunnya penghargaan tersebut memilih insan-insan inspiratif bagi warga Jerman bahkan dunia.

Penyelenggara, Hubert Burda Media, menyajikan penghormatan tersebut untuk individu dengan keunggulan di media dan televisi internasional.

Isabel dan Melati Wijsen saat menerima penghargaan Bambi di Berlin, 16 November 2017. Foto: DW/Getty Images/A.Rentz
Isabel dan Melati Wijsen saat menerima penghargaan Bambi di Berlin, 16 November 2017. Foto: DW/Getty Images/A.Rentz

Kategori yang digelar adalah media, seni, budaya, olah raga dan bidang lainnya. Pertama kali diadakan tahun 1948, mereka merupakan ajang penghargaan tertua di Jerman. 

Melati Wijsen (12) dan (10), menjadi penerima penghargaan Bambi termuda berkat program mereka Bye Bye Plastic Bags. Kedua anak yang berasal dari Bali itu memerangi sampah plastik yang merupakan limbah yang sangat besar di pulau Dewata sejak April 2013.

Bahkan mereka menargetkan Bali akan bebas plastik di Januari 2018. Suatu hal yang justru belum tercetus dari pemerintah setempat. 

Foto: James Duncan Davidson/TED @ Flickr By James Mills
Isabel dan Melati Wijsen menjadi pembicara di TED Talks. Foto: James Duncan Davidson/TED @ Flickr By James Mills

Melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bye Bye Plastic Bags mereka mewujudkan misinya hingga diundang ke London untuk berbicara di TED Talks juga ke New York untuk menjadi pembicara di PBB saat peringatan World Oceans Day 2017 

Usaha Menciptakan Bali Bebas Plastik

Kakak beradik ini sadar tanpa dukungan pemerintah setempat mereka tidak akan mewujudkan mimpinya. Dan untuk mendapatkan perhatian pemerintah, mereka membuat petisi guna mengumpulkan tanda tangan di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, seizin Bea Cukai dan Imigrasi setempat. 

Bye bye plastic bag. Image: ZoomBali
Bye bye plastic bag. Image: ZoomBali

Efeknya sangat besar bagi komunitas global. Pada Januari 2016, 13 negara telah menunjukkan minatnya untuk bergabung dan menerapkan Bye Bye Plastic Bags di negara mereka masing-masing.

Tiga bulan kemudian LSM tersebut melebarkan sayapnya ke Ibukota Jakarta. Serta, Bye Bye Plastic Bags berhasil melibatkan sekitar 12 ribu orang relawan untuk mengumpulkan 40 ton sampah di seluruh pantai di pulau Bali pada Februari 2017 dalam acara yang bertajuk One Island One Voice.

Image: Byebyeplasticbags.org
Image: Byebyeplasticbags.org

LSM itu juga menandai toko dan warung yang sudah tidak menggunakan kantong plastik di media sosialnya.

Inspirasi yang mereka berikan pada dunia diakui pada penghargaan Bambi di Berlin 16 November lalu.

"Ini luar biasa bagaimana perjuangan lima tahun kami sangat sepadan. Bagaimana kesenangan, petualangan, pengalaman yang telah kami lalui pada umur yang muda dan di garis depan menghadapi isu terbesar, yaitu polusi plastik. Penghargaan ini untuk generasi kita, generasi yang membantu menyelamatkan bumi," ucap Melati di panggung Bambi dengan penuh kepuasan. 


Sumber: DW

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu