Negeri Laskar Pelangi Sambut Lebih Banyak Wisatawan Mancanegara

Negeri Laskar Pelangi Sambut Lebih Banyak Wisatawan Mancanegara
info gambar utama

Tanjung Pandan, Bangka Belitung disiapkan untuk menyambut lebih banyak lagi wisatawan asal Singapura terkait rencana yang digagas oleh grup maskapai Sriwijaya Air untuk meluncurkan rute penerbangan carter baru diantara Singapura dan Tanjung Pandan secepatnya.

SD Muhammadiyah Gantong yang terkenal berkat film Laskar Pelangi | Foto: Jonathan Adrian/Kompas
info gambar

Staf khusus bagian Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Judi Rifajantoro menjelaskan bahwa pihak kementerian ingin membuat Belitung sebagai destinasi favorit diantara turis mancanegara. Belitung termasuk di dalam daftar 10 destinasi prioritas yang dibuat oleh kementerian pariwisata.

“Banyak warga Singapura yang memiliki kerabat di Belitung,” tambah Judi Rifajantoro.

Rute baru ini dibuat setelah pembukaan rute Silangit - Singapura.

Dikatakan layanan ini akan beroperasi sebanyak tiga penerbangan per minggu dimulai dari 15 Desember hingga 5 Januari 2018.

Direktur komersial NAM Air, dari grup maskapai Sriwijaya Air, Franky Gan menyebutkan untuk penerbangan diantara 15-22 Desember tiket pulang pergi terjual dengan harga 125 dolar Singapura dan 101 dolar Singapur untuk satu perjalanan.

“Dari 24 Desember hingga 5 Januari, tiket pulang pergi berharga 150 dolar Singapura dan 111 dolar Singapura untuk satu kali jalan,” tambahnya.

Bupati Belitung, Sahani mengatakan bahwa Belitung siap untuk menyambut wisatawan dari Singapura. Belitung telah menginvestasi 1,1 triliun rupiah dari Badan Usaha Milik Daerah kepada program carter penerbangan ini.

Selain itu, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Bangka Belitung telah menggaet 10 travel agen yang ada di Singapura guna menjalin kerjasama, untuk menarik minat wisatawan dari Singapura untuk berkunjung ke Bangka Belitung.


Sumber: Jakarta Post | Pos Belitung/Sindonews

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini