Indonesia merupakan salah satu negara dengan perekonomian terkuat di Asia Tenggara. Salah satu faktor kekuatan tersebut adalah jumlah tenaga kerja produktif yang saat ini menggemuk dalam porsi populasi Indonesia. Populasi produktif yang tinggi tentu saja membuat posisi penting perusahaan di Indonesia banyak ditempati oleh generasi muda. Bahkan menariknya, rata-rata nilai gaji pegawai tingkat tinggi di Indonesia relatif cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara tentangg.

Seperti dikutip dari detikFinance (23/11), perusahaan rekrutmen Robert Walters baru-baru ini merilis hasil survei gaji tahunan pegawai dengan posisi tinggi tingkat C atau chief atau setingkatnya di beberapa sektor industri di Indonesia. Dalam rilisnya Rober Walters menyebutkan bahwa sektor sales & marketing memempati peringkat pertama untuk gaji terbesar dibandingkan sektor lainnya. 

Seperti untuk posisi Chief Marketing Officer (CMO) yang bisa mencapai Rp 1,5 Miliar hingga Rp 2,9 Miliar per tahun. Sementara posisi Sales & Marketing Director mendapat gaji rata-rata Rp 1,3 miliar hingga Rp 1,7 miliar per tahun. 

Kemudian gaji tertinggi diikuti Accounting & Finance. Dalam sektor ini posisi setingkat Chief Financial Officer, mendapatkan gaji rata-rata sebesar Rp 1,6 miliar hingga 2,5 miliar per tahun. Sementara di sektor legal, posisi legal director mendapatkan rata-rata gaji sebesar Rp 1,3 miliar hingga Rp 1,9 miliar per tahun. 

Untuk sektor supply chain & procurement, posisi pada Procurement Director mendapatkan gaji sebesar Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,6 miliar per tahun. Sedangkan untuk posisi setingkat Supply Chain Director bisa mendapatkan gaji sekitar Rp 1,6 miliar hingga Rp 2,4 miliar per tahun.

Menariknya di sektor Teknologi Informasi yang saat ini sedang tren, posisi setingkat Chief Technology Officer atau Chief Inovation Officer masih mendapatkan gaji hingga Rp 850 juta hingga Rp 1,5 miliar per tahun. Nilai ini tentu saja relatif lebih kecil dibandingkan dengan posisi yang sama seperti sektor sebelumnya. 

Kemudian untuk sektor jasa perbankan dan keuangan, gaji untuk posisi Cash Management Operation bisa mencapai Rp 390 juta hingga Rp 650 juta per tahun. Untuk sektor yang sama ditingkat Compliance/Legal sebesar Rp 450 juta hingga Rp 780 juta per tahun. Sementara posisi Financial Control gaji bisa mencapai Rp 450 juta hingga Rp 780 juta per tahun. Kemudian untuk posisi Investment Banking Rp 392 juta hingga Rp 735 juta per tahun.

Dan untuk posisi sumber daya manusia, posisi sekelas HR Business Partner mendapatkan gaji rata-rata Rp 520 juta hingga Rp 624 juta. 

Data menarik lainnya yang terungkap dari survei Robert Walters adalah ternyata gaji rata-rata di Indonesia cukup bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Bahkan Indonesia menempati posisi kedua di Asia Tenggara di bawah Singapura. 

Managing Director Robert Walters untuk Asia Tenggara, Toby Fowlston, menjelaskan bahwa Indonesia di tingkat Asia Tenggara tingkat gajinya bersaing ketat dengan rata-rata milik Malyasia. Namun Indonesia dan Malaysia masih berada di bawah peringkat Singapura.

"Secara regional (Asia Tenggara), rerata penghasilan di Indonesia berada di level dua atau tiga tertinggi di antara negara regional lain. Singapura nomor satu, kedua mix antara Malaysia dan Indonesia. Kita (Indonesia), tinggi dalam hal skil perspektif, penghasilan lebih tinggi dari Vietnam, Thailand, atau Filipina yang berada di peringkat bawahnya di regional" kata Toby.

Dalam hal kenaikan gaji, Indonesia pun terbilang tinggi dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya. Indonesia berada di bawah Vietnam dalam hal kenaikan gaji. Peningkatan gaji di Indonesia juga tercatat kedua tertinggi di regional, Vietnam nomor satu, lalu Indonesia, kemudia Thailand dan Filipina, lalu Malaysia dan Singapura terakhir.

Pada survei ini, Robert Walters pun mengungkapkan bahwa tenaga kerja di Indonesia masih membutuhkan lebih banyak pekerja yang mahir dalam kemampuan bilingual terutama bahasa Inggris. Selain itu, pekerja juga diharapkan memiliki kemampuan teknis disetiap sektor. Tanpa dua hal tersebut, pekerja Indonesia diperkirakan akan kalah besaing dengan 85% orang Indonesia di luar negeri yang mau untuk pulang dan bekerja di Indonesia. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu