Hampir seluruh bidang industri saat ini mengalam igoncangan hebat akibat revolusi digital. Berbagai bisnis saat ini mau tidak mau harus beradaptasi dan mengadopsi pendekatan digital. Sebab bila tidak perusahaan akan mengalam disrupsi atau gangguan dari perusahaan-perusahaan muda yang lebih lincah, dan membawa perubahan pada tatanan bisnis. Perusahaan muda itu salah satunya adalah PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai startup paling distruptif di Indonesia

Sebagaimana rilis yang diterima GNFI (16/11), Kioson yang beberapa waktu lalu membuka diri sebagai perusahaan yang melantai dibursa saham pertama di Indonesia meraih penghargaan "The Most Disruptive Startup of The Year" dalam ajang konferensi Wild Digital 2017 di Jakarta. Kios dianggap sebagai startup yang berhasil mengubah cara lama bertransaksi di toko-toko kecil di Indonesia.

Direktur Utama Kioson Komersial Indonesia, Jasin Halim mengungkapkan bahwa hal ini adalah sebuah kejutan. Meski mengejutkan ia berujar bahwa ini adalah hasil kerja keras tim Kioson dalam mengembangkan layanannya di Indonesia. "Kami juga berterima kasih pada Sahabat Kio syang telah mendukung kinerja perusahaan dalam mengembangkan layanan digital bagi masyarakat. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memegang komitmen sebagai penjembatan antara underserved market dengan layanan digital dan berusaha merangkul masyarakat Indonesia melalui teknologi," ujar Jasin.

Konferensi Wild Digital sendiri merupakan sebuah konferensi internasional yang menjadi wadah bagi seluruh pelaku industri teknologi di dunia. Tahun 2017 ini konferensi untuk pertama kalinya diselerenggarakan di Indonesia. Sebelumnya konferensi ini diadakan di Australia, Malaysia, dan Thailand.

Sementara penghargaan yang diberikan oleh Wild Digital adalah untuk perusahaan-perusahaan teknologi yang memiliki model bisnis inovatif dan mampu membuktikan perkembangan yang luar biasa dan out of the box. Para pemenang merupakan perusahaan yang telah melalui penliaian oleh tim Wild Digital. 

Kioson memang merupakan perusahaan yang cukup luar biasa karena mengembangkan eCommerce di pasar yang tidak bankable  melalui strategi online to offline. Sehingga pendekatan yang dilakukan oleh Kioson adalah dengan menggaet kota-kota lapis kedua atau rural area yang selama ini masih belum melakukan jual beli secara online. Meski secara infrastruktur belum cukup berkembang, namun Kioson melihat peluang yang besar pada pasar tersebut karena pengguna internet di daerah lapis kedua mencapai 17,3% berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informasi RI. 

“Dari 70% masyarakat kota lapis kedua, sebanyak 40% nya adalah pengguna internet dan sisanya masih terbiasa dengan pola konvensional. Tidak hanya itu, mereka juga masih mengalami masalah infrastruktur, penggunaan uang tunai, pendidikan yang kurang memadai dan rasa kepercayaan terhadap hal baru,” ungkap Jasin.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu