Hadir di Pakistan, Kuliner dan Kerajinan Tangan Indonesia Ramai Pembeli

Hadir di Pakistan, Kuliner dan Kerajinan Tangan Indonesia Ramai Pembeli
info gambar utama

Dua stan Indonesia pada bazar amal tahunan Pakistan Foreign Office WOmasn's Association (PFOWA), diburu pengunjung sejak pagi.

Dikelola Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Islamabad menjual kain batik dan kerajinan tangan seperti ukiran kayu, kipas, tas, topi serta sarung bantal.

Beberapa pengunjung sedang memilih kain batik yang di jual | Republika.co.id
info gambar

Selain menjual batik dan kerajinan tangan, Stan tersebut menjual kuliner-kuliner Indonesia. Aroma sate ayam Madura dengan saus kacang yang lezat, menggoda para pecinta kuliner untuk mencicipinya. Tanpa ragu pengunjung asal Pakistan dan warga asing menghentikan langkah rela mengantre untuk seporsi nasi goreng atau semangkuk panas bakso.

Aneka Kuliner Indonesia | foto : Republika.co.id
info gambar



Tak heran jika sate ayam dan nasi goreng masuk peringkat makanan terfavorit dunia sesuai voting CNN, karena kedua sajian itu pun segera ludes.

“Dengan penyajian makanan yang menarik, penataan stand yang baik, maka stan bazar akan menjadi sarana promosi Indonesia yang sangat efektif” kata Iwan Suyudhie Amri selaku Duta Besar RI. Diminatinya kuliner dan kerajinan khas Indonesia adalah bukti kekuatan soft diplomacy, ujarnya.

PFOWA Annual Charity Bazaar 2017 merupakan bazar amal tahunan yang diselenggarakan oleh para diplomat wanita Pakistan.

DI selenggarakannya PFOWA Annual Charity Bazaar 2017 oleh Diplomat Wanita Pakistan bertujuan untuk kegiatan sosial. Dana yang terkumpul digunakan membantu korban gempa bumi, korban aksi terorisme dan juga untuk beasiswa pendidikan bagi keluarga miskin.

Ibu Negara Begum Mehmooda Mamnoon Hussain yang membuka secara resmi Bazaar PFOWA 2017 mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk tangungjawab masyarakat terhadap sesama seraya melakukan diplomasi secara informal dan sekaligus meningkatkan harmoni dan persaudaraan antar bangsa. Sementara itu Sekretaris Kementerian Luar Negeri, Tehmina Janjua, mengatakan penyelenggaraan bazaar tahun ini adalah untuk memperingati ulang tahun ke 70 berdirinya PFOWA pada tahun 1947 oleh Shaista Ikramullah, diplomat wanita terkemuka Pakistan.

Bazaar amal PFOWA yang diadakan di halaman Kemlu Pakistan yang dihadiri oleh sekitar 10.000 orang merupakan sebuah ‘cultural hub’ dengan memamerkan aneka ragam kerajinan dan makanan khas yang disajikan komunitas diplomatik dari berbagai negara seperti Azerbaijan, Afrika Selatan, Bangladesh, China, Filipina, Indonesia, Malaysia, Mesir, Nepal, Iran, Jepang, Republik Kirgistan, Rusia, Kuba, Lebanon, Palestina, Portugal, Rumania, Saudi Arabia, Sri Lanka, Sudan, Thailand, Tajikistan, Tunisia, Turki, Uzbekistan dan Yaman.


Sumber: Republika.co.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini