7 Tradisi Unik Perayaan Maulid Nabi di Indonesia

7 Tradisi Unik Perayaan Maulid Nabi di Indonesia
info gambar utama

Salah satu perayaan terbesar di Indonesia adalah perayaan ulang tahun Nabi Muhammad SAW. Tanggal Maulid Nabi didasarkan pada kalender hijriyah. Di Indonesia, umat Islam merayakan Maulid Nabi pada hari ke 12 bulan Islam Rabiul-awal yang ketiga.

Maulid Nabi diperingati oleh hampir setiap muslim di Nusantara, uniknya perayaan tersebut memiliki ciri khas masing-masing antara daerah satu dengan yang lainnya.

1. Grebeg Maulud, Yogyakarta

Hampir setiap tahun Keraton Yogyakarta menggelar tradisi Grebeg Maulud di Keben Keraton Yogyakarta.

Grebeg Maulud adalah upacara puncak dari perayaan sekaten untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan ditandai dengan keluarnya beberapa gunungan. Biasanya ada 7 Gunungan yang dikeluarkan, namun untuk tahun ini ada 8 gunungan, ditambah gunungan Bromo.

Gunungan Bromo hanya ada 8 tahun sekali. Gunungan akan dibawa ke Masjid Gede, Kepatihan dan Puro Pakualaman. Gunungan terdiri dari Gunungan Putri, Kakung, Darat, Gepak, Pawuhan dan Gunungan Bromo.

Grebeg Maulud | Foto : jogja.co
info gambar

2. Baayun Maulid, Banjarmasin

Tradisi Baayun Maulid adalah tradisi yang selalu dilaksanakan untuk mempetingati Maulid Nabi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Banyak masyarakat turut berpartisipasi dari bayi hingga orang dewasa. yakni dengan diayun dengan ayunan yang dibuat khusus.

Ayunan itu dihiasi berbagai macam benda yang dalam tradisi orang Banjar memiliki makna-makna dan harapan tertentu bagi yang diayun. Misalnya, janur bernama ular lidi yang diletakkan di bagian atas ayunan, bermakna kebersihan. Diharapkan, orang yang diayun akan selalu senang dengan kebersihan.

Kemudian ada lagi janur berbentuk bunga dan burung. Itu menyimbolkan kebesaran Kerajaan Banjar di masa lalu. Ayunan tersebut didominasi kain berwarna kuning. Dalam sejarah orang Banjar, kain kuning dianggap melambangkan kebesaran dan kejayaan Kerajaan Banjar di masa lalu.

Baayun Maulid | Foto : tribunnews.com
info gambar

3. Dulangan, Lombok

Tradisi ini adalah tradisi dimana setiap rumah dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW mengeluarkan 1 dulang ( nasi, lauk, jajan, buah dll). Dulang tersebut kemudian dibawa kemasjid dan dimakan bersama-sama.

Dulangan, Lombok | Foto : Jawapos.com
info gambar

4. Tradisi Unik Probolinggo

Tradisi unik ini selalu terjaga setiap tahunnya, dan selalu dilaksanakan dalam memperingati Maulid Nabi di daerah Probolinggo.

Sejumlah keranjang digantung diatas masyarakat yang mendatangi peringatan tersebut. Keranjang yang berisi snack, buah dan sandal serta sayuran langsung direbut oleh warga ketika berdiri membaca salawat. Siapa yang cepat dia yang dapat, setelah itu para warga khusyuk kembali membaca salawat.

Maulid Nabi di Probolinggo | foto : Kabarpas.com
info gambar

5. Perahu hias, Tangerang

Peringatan Maulid Nabi biasanya identik dengan tausiyah dan pengajian, namun warga Kali Pasir, Tangerang mengemas kegiatan tersebut dengan mengarak perahu kertas berukuran besar ke aliran sungai Cisadane.

Arak-arakan perahu hias ini merupakan tradisi turun temurun menyambut kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Kurang lebih ada sepuluh perahu kertas yang diarak warga dan dibuat hanya dalam kurun waktu dua sampai tiga hari.

Arak-arakan Perahu Hias | foto : Liputan6.com
info gambar

6. Ampyang Maulid

Warga Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memiliki tradisi menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan menggelar tradisi Ampyang Maulid.

Tradisinya dengan menyajikan makanan yang dihiasi dengan ampyang atau nasi dan krupuk yang diarak keliling Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, sebelum menuju ke Masjid Wali At Taqwa di desa setempat.

Setelah sampai di Masjid Wali, tandu yang berisi nasi bungkus serta hasil bumi yang sebelumnya diarak keliling desa didoakan oleh ulama setempat, kemudian dibagikan kepada warga setempat untuk mendapatkan berkah.

Ampyang Maulid, Lorem | foto : shofaridafatima.wordpress.com
info gambar

7. Tradisi Memasak Lemang, Aceh

Umumnya masyarakat Aceh dalam memperingati Maulid Nabi dengan memasak lemang yang merupakan tradisi warisan suku Alas. Lemang adalah makanan hasil dari campuran ketan dan air santan.

Kedua bahan tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam bambu lalu dimasak dengan cara dibakar menggunakan kayu. Yang unik dari pembuatan lemang adalah proses pembakarannya yang cukup lama, setidaknya kamu harus menunggu hingga empat jam.

Masyarakat Aceh dalam memperingati hari besar Maulid Nabi setiap tahunnya selalu membuat lemang.

Memasak Lemang | foto : Okezone.com
info gambar

Sumber : Detik.com | Tribunnews.com | Kabarpas.com | Bantennews.co.id | Republika.co.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini