Jika mendengar Ponorogo, hal yang biasa diasosiasikan dengan kabupaten ini adalah Reog Ponorogo. Tahukah anda jika Ponorogo memiliki kirab pusaka lain selain Reog Ponorogo?

Kirab pusaka tersebut adalah kirab pusaka Gajah-gajahan. Bagaimanakah bentuk dari kirab pusaka Gajah-gajahan tersebut, mari kita simak melalui gambar dan cerita yang dibagikan oleh Rachma Safira melalui akun Indonesaga miliknya dengan judul Kirab Pusaka di Ponorogo.

Kesenian di Ponorogo selain Reyog adalah gajah-gajahan, Perbedaan paling utama gajah-gajahan adalah hadirnya patung gajah yang terbuat dari kertas karton yang dilekatkan pada kerangka bambu. Dari segi simbol binatang yaitu gajah yang dijadikan salah satu alatnya, menunjukkan bahwa gajah adalah binatang yang mudah ditundukkan, santun serta banyak membantu pekerjaan manusia | Foto: Rachma Safira
Kesenian di Ponorogo selain Reog adalah gajah-gajahan, Perbedaan paling utama gajah-gajahan adalah hadirnya patung gajah yang terbuat dari kertas karton yang dilekatkan pada kerangka bambu. Dari segi simbol binatang yaitu gajah yang dijadikan salah satu alatnya, menunjukkan bahwa gajah adalah binatang yang mudah ditundukkan, santun serta banyak membantu pekerjaan manusia | Foto: Rachma Safira
Rangkaian acara Grebeg Suro adalah Kirab Pusaka. Kirab Pusaka yang menvisualisasikan perpindahan pusat pemerintahan dari wilayah kota wetan, menuju kota tengah ( Aloon- Aloon/Paseban) sekarang, dengan ditandai diboyongnya Pusaka Utama Ponorogo yaitu Sabuk Cinde Puspito, Payung Songsong Tunggul Wulung dan Tombak Tunggul Naga dari pemerintahan kota wetan ( Setono) menuju kota tengah, sesampainya di kota tengah ( Paseban Aloon- Aloon ) ketiga pusaka tersebut lalu di jamasi ( di mandikan ) dengan air tujuh sumber
Rangkaian acara Grebeg Suro adalah Kirab Pusaka. Kirab Pusaka yang menvisualisasikan perpindahan pusat pemerintahan dari wilayah kota wetan, menuju kota tengah ( Aloon- Aloon/Paseban) sekarang, dengan ditandai diboyongnya Pusaka Utama Ponorogo yaitu Sabuk Cinde Puspito, Payung Songsong Tunggul Wulung dan Tombak Tunggul Naga dari pemerintahan kota wetan ( Setono) menuju kota tengah, sesampainya di kota tengah ( Paseban Aloon- Aloon ) ketiga pusaka tersebut lalu di jamasi ( di mandikan ) dengan air tujuh sumber | Foto: Rachma Safira
Jika di awal Suro diadakannya kirab pusaka dari kota lama menuju kota baru, perayaan Suro di Kabupaten Ponorogo berakhir ditandai dengan acara Tutup Grebeg Suro Ponorogo yang dipusatkan di Lapngan Bantarangin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Dalam acara ini digelar kirab pusaka dan pawai budaya | Foto: Rachma Safira
Jika di awal Suro diadakannya kirab pusaka dari kota lama menuju kota baru, perayaan Suro di Kabupaten Ponorogo berakhir ditandai dengan acara Tutup Grebeg Suro Ponorogo yang dipusatkan di Lapngan Bantarangin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Dalam acara ini digelar kirab pusaka dan pawai budaya | Foto: Rachma Safira
Iringan pejabat daerah Kabupaten Ponorogo, salah satunya adalah Bupati Ponorogo yang menaiki dokar | Foto: Rachma Safira
Iringan pejabat daerah Kabupaten Ponorogo, salah satunya adalah Bupati Ponorogo yang menaiki dokar | Foto: Rachma Safira
Selain itu, warga juga turut berpartisipasi dalam pawai budaya ini. Kebanyakan adalah siswa, mulai Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dan lembaga keuangan seperti koperasi hingga pengelola toko di wilayah Kecamatan Kauman. Ribuan warga tampak antusias menyaksikan perhelatan ini. Mereka berjajar di sepanjang jalur yang dilewati meski sebelum kirab hujan deras mengguyur lokasi acara. Kirab yang dilaksanakan di bawah rinai gerimis, tidak hanya menghadirkan hiburan tapi juga sebagai pengingat sejarah kebesaran Kabupaten Ponorogo | Foto: Rachma Safira
Selain itu, warga juga turut berpartisipasi dalam pawai budaya ini. Kebanyakan adalah siswa, mulai Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dan lembaga keuangan seperti koperasi hingga pengelola toko di wilayah Kecamatan Kauman. Ribuan warga tampak antusias menyaksikan perhelatan ini. Mereka berjajar di sepanjang jalur yang dilewati meski sebelum kirab hujan deras mengguyur lokasi acara. Kirab yang dilaksanakan di bawah rinai gerimis, tidak hanya menghadirkan hiburan tapi juga sebagai pengingat sejarah kebesaran Kabupaten Ponorogo | Foto: Rachma Safira


Sumber: Indonesaga

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu