Penerbangan dengan harga terjangkau telah merevolusi pelancong asal Asia Tenggara.

Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, maskapai dengan low budget di Asia Tenggara telah merombak citra penerbangannya, melampaui batas-batas nasional dan membawa konsep perjalanan yang terjangkau secara sukses dan besar.

Hampir 2/3 dari maskapai di seluruh Asia Tengara tergolong ke dalam Low Cost Carriers, memproyeksikan permintaan akan pilihan perjalanan yang lebih terjangkau.

Tidak heran jika kini masing-masing dari negara di Asia Tenggara memiliki maskapai penerbangannya masing-masing untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Seasia telah merangkum maskapai penerbangan dengan harga terjangkau teratas yang 'lahir' di Asia Tenggara:

AIRASIA

MALAYSIA

Jumlah armada: 176

Foto: extra.ie
Foto: extra.ie

AirAsia Group merupakan sebuah grup maskapai penerbangan multinasional yang berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia. Berdiri sejak 1993, grup ini sekarang mengoperasikan link dari maskapai penerbangan dengan harga terjangkau seperti AirAsia, AirAsia India, Philippines AirAsia, Indonesia AirAsia, dan Thai AirAsia.

Sementara AirAsia, yang berbasis di Bandara Internasional Kuala Lumpur, adalah perusahaan penerbangan utama di perusahaan tersebut, AirAsia Group mempertahankan pengawasan dan kepemilikan ekuitas yang signifikan di waralaba yang beroperasi di seluruh Asia. Semua maskapai anggota menggunakan merek 'AirAsia', menggunakan model bisnis berbiaya rendah yang identik dan mengoperasikan armada pesawat Airbus A320 tipe tunggal. Grup AirAsia X mengelola armada khusus jarak jauh merek termasuk AirAsia X, Thai AirAsia X dan Indonesia AirAsia X.

CEBU PACIFIC

PHILIPPINES

Jumlah Armada: 99

Foto: Asia Travel Tips
Foto: Asia Travel Tips

Cebu Pacific grup merupakan maskapai penerbangan Filipina yang berkantor pusat di Manila yang mengoperasikan anak perusahaan dengan biaya rendah seperti Cebu Pacific dan Cebgo (atau dikenal dengan Tigerair Philippines). Grup ini memiliki visi untuk menciptakan jaringan penerbangan maskapai dengan biaya terjangkau terbesar antara Asia dan Filipina.

Cebu Pacific dan Cebgo keduanya berbasi di Bandar Udara Internasional Manila Ninoy Aquino dan bersama-sama memasarkan dan menjual jasa mereka menggunakan pengaturan codeshare dan interline. Kedua maskapai tersebut juga bersama-sama mengoperasikan rute umum. Armada kelompok terdiri dari keluarga Airbus dan pesawat ATR.

CITILINK

INDONESIA

Jumlah Armada: 68

Foto: Airways Magazine
Foto: Airways Magazine

Berdiri sejak 2001, Citilink merupakan sebuah maskapai penerbangan terjangkau berbasis di Jakarta, Indonesia. Citilink merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia dan pada awalnya dirancang untuk beroperasi sebagai moda transportasi datang dan pergi di berbagai kota di Indonesia.

NOK AIR

THAILAND

Jumlah Armada: 53

Foto: Online Travel Agency Reviews
Foto: Online Travel Agency Reviews

Berdiri sejak Februari 2004, Nok Air merupakan sebuah maskapai penerbangan terjangkau berbasis di Bandara Udara Internasional Bangkok, Don Mueang. Maskapai ini mengoperasikan layanan penerbangan dengan destinasi domestik dan regional menggunakan armada narrow-body Boeing 737 dan juga ATR-72 ewuipment. Pemegang saham terbesar Nok Air merupakan Thai Airways, dengan total 39% saham di maskapai tersebut.

SCOOT

SINGAPORE

Jumlah Armada: 47

Foto: Infinite flight community
Foto: Infinite flight community

Scoot Tigerair Pte. Ltd., dikenal sebagai Scoot, merupakan anak perusahaan maskapai penerbangan jarak jauh berbiaya rendah dari Singapore Airlines (SIA), melalui Tiger Airways Holding. Digagaskan oleh Singapore Airlines pada 2011, Scoot mulai beroperasi pada Juni 2012 ke Sydney dan Gold Coast. SIA memanfaatkan Scoot untuk memanfaatkan tantangan yang meningkat dari LCC di pasar-pasar utama.

VIETJET AIR

VIETNAM

Jumlah Armada: 60

Foto: Google
Foto: Google

VietJet Air merupakan sebuah maskapai penerbangan terjangkau berbasis di Bandara Udara Noi Bai, Hanoi, Vietnam. Maskapai ini mulai beroperasi pada 25 Desember 2011, setelah beberapa kali percobaan yang selalu diundur, awalnya menggunakan maskapai tipe 3 A320 menuju Ho Chi Minh City dan Da Nang.

VietJet telah merencanakan untuk menmanfaatkan brand AirAsia setelah menerima investasi dari LCC asal Malaysia namun terus maju dengan merek VietJet setelah AirAsia menolak persetujuan peraturan. Maskapai ini beroperasi pada negara-negara di Asia.


Sumber: seasia.co

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu