Jika kita memiliki kemampuan untuk berpindah tempat hanya dengan kedipan mata, mungkin baru kita dapat menyadari betapa indahnya dunia ini. Dimana semua yang terdapat di semesta ini tidak ada yang mampu menandingi keindahannya. Saat banyak fenomena alam yang cukup dengan mengamati dengan mata telanjang mampu membuat kita merasakan "pergi" meninggalkan raga akibat keindahan maha luar biasa, pada artikel kali ini akan membahas danau dan sungai berwarna secara alami - yang sayangnya tidak dapat kita nikmati untuk menyelam atau sekedar berenang. Berikut 15 danau dan sungai terindah di dunia..

1. Danau Hillier, Australia

Air dari danau berwarna merah muda ini - di Middle Island, di lepas pantai selatan Australia Barat - tidak kehilangan warnanya, meskipun saat di ambil keluar dari danau.

Danau berwarna pink, Hillier | Foto: Atlas Obscura
Danau berwarna pink, Hillier | Foto: Atlas Obscura

2. Devil's Bath Pool, New Zealand

Seakan warnanya saja tidak cukup menyeramkan -seperti namanya- Devil's Pool ini memiliki bau belerang yang sangat menusuk di hidung - sehingga membuat anda tidak akan tahan lama berada di sekitarnya. Danau ini dapat anda temui di Wai-O-Tapu Wonderland di Rotorua.

Devil's Bath Pool, New Zealand | Foto: Escape Reality
Devil's Bath Pool, New Zealand | Foto: Escape Reality

3. Laguna Verde, Bolivia

Warna dari danau garam ini bervariasi tergantung dengan musim yang berlangsung di sekitarnya, bervariasi dari warna turquoise yang menarik hingga warna batu giok kuno. Deposit mineral - termasuk arsen - menciptakan nada warna yang berubah-ubah. Anda dapat menemukan Laguna ini di Altiplano barat daya Bolivia, dekat dengan perbatasan Chile.

Laguna Verde, Bolivia | Foto: Seasia.co
Laguna Verde, Bolivia | Foto: Seasia.co

4. Hells of Beppu, Jepang

Mata air panas yang terletak di Jepang ini sangat-sangat panas sehingga kegunaannya difungsikan untuk memasak dibandingkan untuk mandi. Namun, tetap terdapat kolam air panas yang difungsikan untuk berendam tapi dengan suasana air yang kurang berwarna.

Kolam air panas di Jepang | Foto: Trip n travel
Kolam air panas di Jepang | Foto: Trip n travel

5. Blue Lagoon, Islandia

Kolam geotermal paling terkenal di Islandia ini menjadi pusat perhatian berkat warna zamrudnya - tercipta dari kandungan silika, ganggang, dan mineral di dalam air. Pemandangan menyegarkan, Instagrammable, dan gampang diakses melalui Bandara Udara Keflavik - apa lagi yang ditunggu untuk memutuskan mengunjungi tempat ini?

Blue Lagoon, Islandia | Foto: Guide to Island
Blue Lagoon, Islandia | Foto: Guide to Island

6. Chott el Djerid, Tunisia

Ditengah-tengah panasnya cuaca di Gurun Sahara, bakteri yang terdapat di Chott el Djerid semakin berkembang. Bakteri-bakteri ini mengubah warna air menjadi sedikit ekstrim - ungu, pink, dan merah menjadi warna yang umum terjadi di daerah ini.

Chott el Djerid, Tunisia | Foto: Pinterest
Chott el Djerid, Tunisia | Foto: Pinterest

7. Betsiboka River, Madagaskar

Betsiboka mendapatkan warnanya dari sedimen merah Rusty. Setelah mengalir melewati hutan bakau, ia membawa lumpur dari laut.

Betsiboka River, Madagascar | Foto: Nasa
Betsiboka River, Madagascar | Foto: Nasa

8. Laguna Kolorada, Bolivia

Ganggang dan sedimen merah membuat danau ini berubah menjadi merah menyala - dan flamingo yang berhabitat di sekitar danau ini menambahkan warna ekstra yang mempercantiknya.

Flamingo di atas Laguna Colorada | Foto: Amusing Planet
Flamingo di atas Laguna Kolorada | Foto: Amusing Planet

9. Caño Cristales, Kolombia

Dari bulan Juli hingga November, danau di Kolombia ini bertransformasi menjadi danau dengan berbagai warna: penduduk lokal menamainya sebagai "Liquid Rainbow" atau "Sungai Pelangi".  Tanaman endemik berubah menjadi kuning, biru, hijau dan merah - membuatnya airnya terlihat seperti ikut berubah warna.

Caño Cristales | Foto: Travel Astronaut
Caño Cristales | Foto: Travel Astronaut

10. Yellow River, Cina

Bentangan air oker ini membawa 1,6 miliar ton lumpur setiap tahun - dan dari situlah warnanya berasal. Pemandangannya lebih menakjubkan jika dilihat dari kejauhan: airnya terlihat berlumpur dan gelap dari dekat.

Yellow river, Cina | Foto: seasia.co
Yellow river, Cina | Foto: seasia.co

11. Quilotoa, Ekuador

Kandungan mineral yang larut mengubah danau Andes ini hijau. Kalderanya muncul setelah erupsi 800 tahun yang lalu.

Quilotoa, Ekuador | Foto: Latin America Voyage
Quilotoa, Ekuador | Foto: Latin America Voyage

12. Danau Retba, Senegal

Para petani garam di danau ini menggunakan shea butter untuk melindungi kulit mereka dari tingginya kadar garam yang dikandung oleh danau ini. Uniknya, beberapa jenis ikan telah beradaptasi untuk dapat hidup di lingkungan ekstrim ini.

Petani garam di Danau Retba | Foto: Excelsis Ghana / Youtube
Petani garam di Danau Retba | Foto: Excelsis Ghana / Youtube

13. Grand Prismatic Spring, USA

Salah satu dari danau berair panas terbesar di dunia, danau berwarna pelangi di Taman Nasional Yellowstone terlihat sangat jelas saat musim semi. Air di danau ini berubah warna dikarenakan mikroorganisme yang tinggal di danau ini, meskipun bagian tengah dari danau ini sangat panas hingga membuatnya steril.

Grand Prismatic Spring | Foto: Huffington Post
Grand Prismatic Spring | Foto: Huffington Post

14. Kelimutu, Indonesia

Tiga danau kawah gunung berapi Kelimutu berada pada lokasi puncak yang sama, namun warnanya berbeda. Penduduk setempat percaya bahwa hal ini terjadi berkat pengaruh roh.
Danau Kelimutu | Foto: Blog Reservasi
Danau Kelimutu | Foto: Blog Reservasi

15. Danau Emerald, Selandia Baru

Tongariro Alpine Crossing merupakan salah satu tujuan untuk menghabiskan waktu terpopuler di Selandia Baru, melalui lanskap vulkanik yang berasap dan sumber air panas yang menggelembung. Danau Emerald merupakan tempat yang mengasyikkan untuk menjadi tempat piknik.

Danau Emerald | Foto: seasia.co
Danau Emerald | Foto: seasia.co


Sumber: Diterjemahkan dari Seasia.co

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu