Takjub 5 Atlit Badminton Ini Raih 12 Gelar Super Series di 2017

Takjub 5 Atlit Badminton Ini Raih 12 Gelar Super Series di 2017
info gambar utama

Raihan gelar yang didapat oleh atlit atlit badminton ini membuat harum nama indonesia. Teringat pada masa jaya susi susanti pada tahun 90’an. Badminton indonesia pun mulai meraih banyak gelar dari ganda campuran, ganda putra dan ganda putri dan juga tunggal putra. Mereka semua membawa nama indonesia menjadi harum di mata dunia dan disegani dalam bidang badminton lagi.

Gelar ini menjadi yang terbanyak dalam kurun waktu setahun. Pencapaian terbanyak terbanyak sebelumnya terjadi pada tahun 2013 lalu dengan 11 gelar yang didapat.

Berikut 5 pemain / pasangan yang meraih 12 gelar turnamen super series / premier untuk indonesia.

  1. Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar

Pasangan ganda putra, Marcus Gideon Fernaldi/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi pemain yang paling banyak mempersembahkan gelar BWF Super Series/Premier untuk Indonesia di tahun 2017 ini. Total, Marcus/Kevin memenangi tujuh gelar dalam setahun yang merupakan rekor baru bagi ganda putra.

Rekor yang sangat baik bagi pasangan ganda putra ini. Pada bulan maret 2017 kemarin marcus dan kevin meraih gelar all england dan dilanjutkan gelar india open serta malaysia open pada bulan april. Hal ini menjadikan triple gelar untuk ganda putra ini. Hal yang menjadi kebanggan tersendiri untuk mereka.

Pada bulan september marcus dan kevin berhasil merebut gelar keempatnya di japan open. Tak sampai disitu, 3 gelar tambahan lainnya pun ia raih di china open, hongkong open dan yang baru ini ia raih adalah world superseries.

  1. Tontowi Ahmad / Liliana Natsir
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar

Lagi owi dan butet menyumbangkan gelar untuk bagian ganda campuran. Mendapatkan gelar setiap tahunnya merupakan hal yang wajib bagi kedua pasangan ini. Ganda campuran yang sudah berpasangan hampir 8 tahun ini berhasil menambahkan koleksi gelarnya pada tahun 2017 ini. 2 gelar pun disabet oleh owi dan butet.

Walaupun usia yang sudah tidak muda lagi, tontowi berumur 30 sedangkan liliyana 32 tahun tidak menyurutkan semangat mereka untuk meraih gelar. Terbukti french open series dan juga indonesia open series berhasil ia raih.

  1. Praveen Jordan / Debby Susanto
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar

Setelah puasa gelar selama kurang lebih satu tahun. Akhirnya pasangan ganda campuran Praveen Jordan dan Debby Susanto meraih gelar pertamanya di tahun ini. Ia berhasil gelar korea super series pada september lalu. Hal ini menjadi pacuan untuk bisa melewati senior nya tantowi dan butet. Jordan dan debby berharap kedepannya akan menjadi lebih baik lagi dan meraih gelar sebanyak mungkin.

  1. Anthony Sinisuka Ginting
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar

Anthony berhasil meraih gelar perdananya di tahun 2017 ini. Hal ini diharapkan menjadi pemcu bagi anthony untuk bisa meraih gelar untuk kedepannya. Anthony berhasil menyabet gelar setelah mengalahkan rekan senegaranya, Jonatan Chiristie lewat pertarungan rubber game.

Pada gim pertama ia berhasil memimpin cukup jauh dengan interval 11-6. Dan mengakhiri set pertama dengan skor 21 – 13. Namun di gim kedua jonatan berupaya bangkit, upayanya pun berjalan lancar. Jonatan berhasil mengalahkan anthony dengan skor yang sangat ketat 19 – 21.

Dengan begini set ketiga pun digelar. Pertarungan mereka di set ketiga sangat alot. Kejar mengejar poin pun di perlihatkan di antara mereka. Namun pada akhirnya anthony berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 22 – 20.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar

Pasangan terakhir yang menyumbang gelar juara untuk indonesia adalah polii dan apriani. Pasangan ganda wanita ini berhasil merebut juara franch open. Gelar yang sangat fenomenal bagi mereka berdua karena mengalahkan pasangan ganda wanita peringkat 1.

Walaupun greysia polii dan apriyani rahayu bukanlah pasangan yang diunggulkan namun ia bisa memandang hal itu menjadi motivasi, dengan hal itu ia bisa memenangkan gelar tanpa ada beban. Di babak final ia berhasil mengalahkan pasangan ganda wanita asal korea Lee So hee / Shin Seung Chan dengan skor 21 – 17 dan 21 – 15. Ia berhasil mengalahkan ganda wanita asal korea tersebut hanya dengan 2 set. Dengan kepercayaan diri tinggi membuat polli dan apriani mendapatkan gelar juara. Hal ini didapatkan setelah mengalahkan pasangan nomor 1 dunia Chen / Jia.


Sumber: idntimes.com | sport.bisnis.com | cnnindonesia.com | tribunnews.com | bolasport.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini