PLTS di waduk Cirata, Purwakarta di Proyeksikan Menjadi PLTS Apung Terbesar di Dunia

PLTS di waduk Cirata, Purwakarta di Proyeksikan Menjadi PLTS Apung Terbesar di Dunia
info gambar utama

Pengembangan tenaga listrik terbarukan, Pembangkit Tenaga Listrik Surya (PLTS) dalam tahap pengerjaan. Proyek ini dilaksanakan oleh PT PLN dan perusahaan asal Uni Emirates Arab Masdar di waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat.

Pengembangan ini bertujuan agar pasokan listrik di jawa barat terpenuhi. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar meminta harga listrik Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di atas Waduk Cirata, Jawa Barat lebih murah dibandingkan dengan harga listrik energi baru terbarukan lainnya.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar

Di wilayah Jawa Barat, tarif jual listrik dari pengembang swasta atau independent power producer (IPP) kepada PLN mencapai US$6,51 sen per kilowatt hour (kWh). Harga listrik itu mengacu pada maksimal 85% dari biaya pokok produksi (BPP) PLN setempat yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM no.50/2017 tentang Pemanfataan Energi Baru Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

PLTS dibuat terapung karena diharapkan harga listrik tersebut akan lebih murah dibandingkan dengan harga listrik pembaruan lainnya. Seperti dilansir detik.com harga untuk investasi PLTS sendiri sangat murah dibandingkan energi pembaruan lainnya. Dan rencananya total kapasitas PLTS terapung yang dibangun mencapai 200 Megawatt. (MW), dan setidaknya membutuhkan lahan sekitar 200 hektar (Ha).

Dalam pembangunannya PLTS akan dilakukan secara bertahap agar bisa mengembangkan industri komponen PLTS di dalam negeri sendiri. Hal ini menjadikan komponen yang digunakan tidak semuanya barang impor.

Tahap I PLTS sebesar 50 Megawatt (MW) di harapkan bisa beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/ COD) pada pertengahan tahun 2019. Dan untuk tahap kedua hingga 4 sebesar 150 Megawatt (MW) direncanakan berkomersial pada maret tahun 2020.


Sumber: kompas.com | kumparan.com | bisnis.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini