Anggota TNI di Lombok ini Tak Canggung Turun ke Sawah Bantu Petani

Anggota TNI di Lombok ini Tak Canggung Turun ke Sawah Bantu Petani

Sertu TNI Basri Hariawanto ikut menanam padi bersama petani di Desa Montong Gamang, Lombok Tengah.©Dok. Penrem 162/Wira Bhakti

Sejumlah petani sedang menanam bibit padi di sawah, sementara seorang anggota TNI berpakaian dinas, nampak ikut serta turun ke sawah membantu aktivitas petani.

Pemandangan di Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, NTB, Kamis (28/12), itu mungkin tak lazim terjadi di perkotaan. Tapi, di Desa Montong Gamang, hal ini sudah terbiasa.

Tentara itu, Sersan Satu TNI Basri Hariawanto yang sudah dua tahun ini bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bersama 20 orang petani anggota kelompok tani Karang Tengak, di Desa Montong Gamang, Sertu Basri menanam padi varietas Ciliwung IR 46 di lahan seluas 2,5 hektare yang dikelola kelompok tani itu.

Mulai membajak sawah, memisahkan bibit dari penyemaian, hingga menanam padi, dilakukan Sertu Basri dengan penuh suka cita dan tanggung jawab.

"Sebagai Babinsa, kami akan selalu hadir turun membantu masyarakat dalam setiap permasalahan sosial yang ada di Desa tidak terkecuali dalam melakukan pendampingan kepada para petani ini. Kami selalu terlibat mulai dari penyiapan lahan, membajak, semai bibit, penanaman, hingga masa panen," kata Sertu Basri.

Sertu Basri membajak sawah di Desa Montong Gamang, Lombok Tengah. Foto: Dok. Penrem 162/Wira Bhakti.
Sertu Basri membajak sawah di Desa Montong Gamang, Lombok Tengah. Foto: Dok. Penrem 162/Wira Bhakti.

Sertu Basri mengaku, ada rasa bahagia saat membantu petani dan bahagia juga dirasakan ketika masyarakat petani di Desa binaannya bisa lebih banyak hasil panennya.

"Selain ini arahan pimpinan untuk mendukung Swasembada Pangan, dengan terlibat langsung berkegiatan bersama petani di Desa membuat kami dan masyarakat sudah selayaknya bersaudara. Ini kebahagiaan yang tak ternilai harganya," kata Sertu Basri.

Salah seorang anggota kelompok tani, Muhammad (32) mengatakan, Sertu Basri tak banyak bicara tapi selalu memberi teladan pada masyarakat.

"Pak Basri tidak segan turun langsung ke sawah, membajak dan bantu menanam, dan sangat disiplin juga. Ini yang membuat kita malu kalau bermalas-malasan mengurus sawah," kata Muhammad.

Danramil 1620-03/Kopang, Lombok Tengah, Kapten Inf Syaeful mengatakan, musim pertanian di Kecamatan Kopang saat ini sebagian besar tengah menanam padi.

Babinsa Montong Gamang, Sertu TNI Basri Hariawanto bersama petani menyiapkan bibit padi. Foto: Dok. Penrem 162/ Wira Bhakti
Babinsa Montong Gamang, Sertu TNI Basri Hariawanto bersama petani menyiapkan bibit padi. Foto: Dok. Penrem 162/ Wira Bhakti

Seperti juga Babinsa Montong Gamang Sertu Basri, sejumlah Babinsa lain di Kecamatan Kopang juga ditugaskan membina petani di Desa binaan masing-masing, selama musim tanam hingga panen tiga sampai empat bulan ke depan.

"Kegiatan membina petani ini dalam rangka membantu program pemerintah untuk swasembada pangan yang dilakukan serentak di seluruh satuan TNI AD," kata Syaeful.

Sementara itu, Kepala Penerangan Korem 162/Wira Bhakti, Mayor TNI Dahlan menjelaskan, program Babinsa membantu petani sudah dilaksanakan oleh Korem 162/WB dan jajaran Kodim di seluruh wilayah NTB, baik di pulau Lombok maupun pulau Sumbawa sesuai arahan Komandan Korem (Danrem) 162/WB, Kolonel Inf Farid Makruf M.A.

"Sesuai arahan pimpinan, Babinsa di jajaran Korem 162/WB dikerahkan untuk membantu masyarakat petani. Ini program untuk mendukung swasembada pangan," katanya.

Menurut dia, di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), program Babinsa turun ke sawah dilakukan untuk membantu meningkatkan produktivitas tiga komoditi unggulan NTB yakni Padi, Jagung, dan Kedele atau Pajale.***


Sumber: KATAKNEWS

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Menghidupkan Kembali Dramaturgi Sebelummnya

Menghidupkan Kembali Dramaturgi

Tembokpedia: Sebuah Inisiatif Baru dari Indonesia Mengajar Selanjutnya

Tembokpedia: Sebuah Inisiatif Baru dari Indonesia Mengajar

0 Komentar

Beri Komentar