Asyik! Indonesia Kebagian Dua Gerhana Bulan di 2018

Asyik! Indonesia Kebagian Dua Gerhana Bulan di 2018

Gerhana bulan total © Timeanddate.com

Bersiaplah, kawan! Tahun 2018 akan menjadi tahun yang spesial bagi Indonesia, karena kita semua berkesempatan untuk mengamati dua peristiwa gerhana bulan total.

Apa, sih, gerhana bulan total itu? Ini adalah peristiwa langit yang terjadi ketika Matahari-Bumi-Bulan berada dalam segaris lurus di bidang orbitnya. Gerhana bulan terjadi ketika bayangan bumi menghalangi cahaya matahari yang menyinari bulan.

Tapi, alih-alih berwarna gelap, bulan justru nanti akan tampak berwarna semerah darah. Warna merah pada bulan saat puncak gerhana total terjadi disebabkan karena ketika bulan berada dalam bayang-bayang total (disebut bayangan umbra bumi), beberapa cahaya dari matahari masih bisa menembus atmosfer bumi dan menyinari bulan yang sedang digerhanai.

Sementara warna lainnya dalam spektrum cahaya matahari terhalang dan tersebar di atmosfer bumi, warna merah cenderung membuatnya menjadi lebih mudah terlihat. Efek ini adalah efek yang sama ketika kita matahari terbit dan matahari terbenam, matahari akan tampak merah, bukan?

Nah, kapan sih dua gerhana bulan total ini akan terjadi? Catat nih: 31 Januari dan 28 Juli 2018!

Ya, gerhana bulan total pertama terjadi di awal-awal tahun. Gerhana ini sebenarnya bisa diamati dari Eropa Utara hingga ke Timur, seluruh Asia, Australia, Oseania, sebagian Afrika, Amerika Utara, sebagian Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, Samudra Hindia, Arktik, dan Antartika. Namun, negeri kita tercinta menjadi salah satu lokasi pengamatan terbaik karena berada di dekat titik pusat gerhana.

Infografik gerhana bulan total 31 Januari 2018. Kredit: Fred Espenak
Infografik gerhana bulan total 31 Januari 2018. Kredit: Fred Espenak

Kita bisa mulai mengamati gerhana bulan total pertama tahun 2018 ini sejak pukul 17.51 WIB (18.51 WITA, 19.51 WIT) saat bulan mulai memasuki bayangan terang (disebut penumbra) bumi. Gerhana pun berlanjut dengan gerhana sebagian, yang mana bulan akan tampak mulai seperti "tergigit", fase ini dimulai pada pukul 18.48 WIB (19.48 WITA, 20.48 WIT).

Selanjutnya, fase gerhana total pun akan dimulai pukul 19.51 WIB (20.51 WITA, 21.51 WIT). Di sini, rona merah pada permukaan bulan akan mulai terlihat. Puncak gerhana total baru akan terjadi sekitar pukul 20.29 WIB (21.29 WITA, 22.29 WIT), dan akan berakhir pukul 21.07 WIB (22.07 WITA, 23.07 WIT). Setelah itu, gerhana bulan sebagian terjadi lagi hingga sekitar pukul 22.11 WIB (23.11 WITA, 00.11 WIT [1 Februari 2018]). Secara keseluruhan, gerhana bulan total ini akan berlangsung selama 1 jam 16 menit.

Lalu, bagaimana dengan gerhana bulan total 28 Juli 2018?

Berbeda dengan gerhana bulan yang terjadi pada 31 Januari 2018, gerhana kedua ini akan berlangsung lebih lama, yakni 1 jam 43 menit. Gerhana ini teramati mulai dari Amerika Selatan, Eropa, Afrika, sebagian besar Asia, Australia, hingga Oseania.

Di Indonesia, gerhana kedua ini terjadi selepas tengah malam. Jadi, bagi Anda yang ingin mengamatinya, usahakan untuk bisa begadang, hehe.

Infografik gerhana bulan total 28 Juli 2018. Kredit: Fred Espenak
Infografik gerhana bulan total 28 Juli 2018. Kredit: Fred Espenak

Pengamatan gerhana bulan total 28 Juli 2018 bisa dimulai sejak saat bulan memasuki bayangan penumbra bumi, yakni pukul 00.14 WIB (01.14 WITA, 02.14 WIT). Bulan kemudian akan tampak "tergigit" lagi saat sebagian mulai masuk bayangan umbra bumi mulai pukul 01.24 WIB (02.24 WITA, 03.24 WIT). Gerhana bulan total pun akhirnya dimulai pukul 02.30 WIB (03.30 WITA, 04.30 WIT), bulan akan tampak memerah pada jam ini.

Puncak gerhana total akan teradi pukul 03.21 WIB (04.21 WITA, 05.21 WIT). Warna merah bulan karena digerhanai bumi akan terus bertahan hingga pukul 04.31 WIB (05.31 WITA, 06.31 WIT). Sayangnya, setelah ini, hanya Indonesia bagian barat dan tengah saja yang masih bisa melihat gerhana bulan. Untuk Indonesia bagian timur, Bulan sudah terbenam.

Setelah fase total tadi, gerhana bulan sebagian masih berlanjut hingga pukul 05.19 WIB (06.19 WITA). Dengan begitu, sambil melihat gerhana bulan yang akan berada di langit barat, kita bisa sekaligus berburu sunrise di langit timur. Karena alasan ini, Anda bisa mencari destinasi yang cocok untuk berburu gerhana sekaligus sunrise!

Nah, itu dia dua gerhana bulan total yang bakal kita amati di tahun 2018 mendatang. Bagi Anda yang ingin traveling keliling Indonesia di tahun 2018, bisa tuh atur waktunya saat gerhana terjadi. Selamat menanti gerhana!


Sumber: InfoAstronomy.org, EclipseWise.com.

Pilih BanggaBangga43%
Pilih SedihSedih12%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli6%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau16%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Heboh, Kastil Gondomanan Ini Menyerupai Kastil Disneyland Sebelummnya

Heboh, Kastil Gondomanan Ini Menyerupai Kastil Disneyland

I-YES Mengajar Sukses dilaksanakan,  I-YES : I-YES Mengajar akan menjadi Pilot Project Selanjutnya

I-YES Mengajar Sukses dilaksanakan, I-YES : I-YES Mengajar akan menjadi Pilot Project

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.