Detik-detik Pergantian Tahun di Surabaya

Detik-detik Pergantian Tahun di Surabaya

Ilustrasi Kembang Api Malam Tahun Baru © Photo by Qraved

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pergantian tahun merupakan salah satu momen yang tunggu-tunggu oleh sebagian orang. Mereka beranggapan bahwa tahun baru merupakan awal dimana resolusi baru dimulai. Selalu identik dengan perubahan dan harapan. Selain itu langit di malam tahun baru begitu meriahnya dihiasi dengan warna warni dari kembang api.

Terompet-terompet yang dibunyikan dengan selingan suara tawa, bunyi raung kendaraan dengan begitu bahagianya mereka dikala itu. Kota metropolitan kedua di Indonesia, itulah Surabaya. Sayangnya tahun ini pemerintah dirasa kurang bersahabat dengan masyarakat, dengan keluarnya edaran bahwa Surabaya tidak merayakan malam tahun baru, seminggu sebelum hari pergantian tahun. Artinya tidak ada kembang api dimalam meriah itu.

Hal itu tak juga kunjung menyurutkan semangat masyarakat, berbondong-bondong mereka menuju titik-titik keramaian. Taman besar itu, Taman Bungkul sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai penjuru kota pahlawan itu. Membawa bersama keluarga untuk sekedar menikmati momen sekali setahun itu. Tesusun berderet-deret penjual terompet di sekitar jalan, juga para pedagang kaki lima yang menjajakan barang dagangannya.

Para penjual terompet di sekitar jalan bungkul | Nurul Arifin / GNFI
Para penjual terompet di sekitar jalan bungkul | Nurul Arifin / GNFI

Aparat pemerintah juga siap siaga, meninjau kondisi jalan sekitaran jalan bungkul tersebut. Berjaga-jaga apabila terjadi kemacetan akibat membludaknya para pengendara kendaraan bermotor.

Ketertiban, keamanan, dan kelancaran adalah prioritasnya malam itu. Taman-taman yang ditumbuhi beragam bunga dan rumput juga sudah diberi batas polisi. Menghindari para pengunjung taman agar tidak merusak lingkungan. Suasana saat itu sangatlah ramai, terlebih lagi tempat perbelanjaan seperti Tunjungan Plaza.

Masyarakat sedang menunggu detik-detik pergantian tahun | Nurul Arifin / GNFI
Masyarakat sedang menunggu detik-detik pergantian tahun | Nurul Arifin / GNFI

Detik-detik pergantian tahun itu selalu memiliki momen tersendiri bagi sebagian orang. Menjelang detik pergantian tahun, langit Surabaya seketika berkerlap-kerlip oleh kembang api.

Kembang api itu terlihat mengangkasa, berasal dari hotel-hotel yang ada di kawasan pusat Surabaya. Selain itu, kembang api juga berasal dari para warga.

Tak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen pergantian tahun baru itu dengan memfoto atau ambil video lewat ponselnya.

"Tetap ada pesta kembang api, cukup menarik dan indah. Tapi kembang apinya kurang banyak dan tak lama," sebut Agus, salah satu warga yang mengajak keluarganya tahun baruan di Taman Apsari Jl Gubernur Suryo. Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya tidak menggelar pesta kembang api saat malam Tahun Baru 2018. Tapi kembang api tetap menghiasi langit Kota pahlawan begitu waktu tepat pukul 24.00 Wib .


Sumber:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Ratusan Wisatawan Sambut Tahun Baru dengan Kemolekan "Samudra Awan" Sebelummnya

Ratusan Wisatawan Sambut Tahun Baru dengan Kemolekan "Samudra Awan"

Sejarah Hari Ini (25 Mei 1963) - Pendirian Perusahaan Negara Kereta Api Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (25 Mei 1963) - Pendirian Perusahaan Negara Kereta Api

Nurul Arifin
@arale

Nurul Arifin

endblogg.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.