Masyarakat Betawi, Aseli?

Masyarakat Betawi, Aseli?

Suku Betawi © Wacana.co

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Suku Betawi adalah suku yang terlahir dari hasil banyak sekali perkawinan silang berbagai macam suku di Indonesia, mulai dari Sunda, Arab, Jawa, Ambon, Melayu sampai Tionghoa. Masyarakat Betawi pada saat itu didatangkan oleh Belanda ke Batavia untuk mengerjakan banyak pembangunan pada pemerintahan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Sebelum anad ke 16 banyak sekali pedagang dan pelaut asing yang berasal dari pesisir Pulau Utara Jawa, Indonesia bagian timur, Semenanjung Malaya, Tiongkok bahkan dari India yang datang ke Batavia untuk menjalankan roda bisnis. Dr. Yasmine Zaki Shahab, M.A seorang antropolog Univeristas Indonesia mengatakan bahwa etnis betawi baru terbentuk sekitar satu abad yang lalu, yaitu antara tahun 1815-1893.

Antropolog Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr Parsudi Suparlan menyatakan, kesadaran sebagai orang Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, atau orang Rawabelong. Pengakuan terhadap adanya orang Betawi baru muncul pada tahun 1923 pada saat masyarakat Betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi.

Pada masa lalu tanah Batavia atau Betawi adalah daerah Kerajaan Salakanegara. Kerajaan Salakanegara diyakini sebagai kerajaan pertama di Nusantara yang juga dipercai sebagai kerajaan leluhur masyarakat Sunda dan termasuk cikal-bakal orang Betawi. Kerajaan Salakanegara memiliki beberapa wilayah yaitu Pandeglang (Banten), Lereng Gunung Salak (Bogor) dan Condet (Jakarta.)

Menurut ensiklopedi Jakarta, Ibukota dari kerajaan Slakanagara berada di Ciondet (Condet) yang tidak jauh jaraknya dari Sunda kelapa yang merupakan pelabuhan perdagangan teramai dan tersibuk di Nusantara.

Karena merupakan daerah kekuasaan Salakanagara maka banyak sekali kebudayaan yang ikut terpaut, salah satunya adalah masalah kepercayaan. Kepercayaan yang dianut oleh Kerajaan Salakanagara mengajarkan tentang kekuasaan yang sangat besar yang ada di dunia, yang dilambangkan pada Tumpal (motif batik dengan lukisan tiga setrip yang berjajar). Kepercayaan ini juga mengajarkan manusia agar bisa menahan Upawasa (puasa dalam ajaran Hindu yang berarti mendekatkan diri kepada Tuhan).

Memang belum jelas siapa sebenarnya masyarakat asli Betawi. Karena Jakarta memang sejatinya adalah tempat bersinggah semua suku bangsa di Nusantara.


Sumber: Tirto.id Histori.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih33%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Menikmati Air Terjun dan Pantai Dalam Satu Area Sebelummnya

Menikmati Air Terjun dan Pantai Dalam Satu Area

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Sita N
@narriswari_

Sita N

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.