Our Ocean Confrence adalah sebuah konfrensi yang akan dihadiri oleh pemimpin-pemimpin dunia di bagian kelautan yang berkomitmen untuk melakukan perubahan bersama untuk mengubah tantangan yang ada menjadi peluang kerja sama, dan inovasi yang berkelanjutan.

Indonesia atau lebih tepatnya Bali akan menjadi tuan rumah Our Ocean Confrence (OCC) yang kelima tahun 2018 ini, setelah sebelumnya dilaksanakan di Malta pada tanggal 5-6 Oktober tahun kemarin. Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Rifky Effendi Hardijanto menyatakan sangat berterimakasih kepada Komisi Uni Eropa yang telah memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah OCC 2018. Effendi juga mengatakan bahwa hal ini adalalah bukti kuatnya komitmen Indonesia sebagai negara poros maritim dunia dalam menghadapi isu penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing/IUUF) yang mulai diakui dunia.

Perencanaan konsep, tema, strategi komunikasi, persiapan logistik, dan pengukuran pengembangan komitmen seluruh peserta konferensi OCC 2018 adalah hal penting yang sedang dipersiapkan.

Pada saat menjadi perwakilan Indonesia saat “Handover Meeting” di European Commission Brussels, Belgia pada 6-7 Desember 2017 kemarin Effendi mengatakan bahwa Indonesia sudah melakukan persiapan agar OOC 2018 dapat berjalan dengan baik. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga sangat aktif dalam bertukar pikiran dan meminta masukan atau saran dari berbagai negara sahabat dalam kunjungan kerjanya.

Tema Yang Akan Diangkat

OCC 2018 akan mengusung tema “Our Ocean, Our Legacy” yang berarti Laut Kita, Warisan Kita. “Ini berarti bahwa laut kita adalah amanah yang akan kita wariskan untuk generasi penerus kita,” Effendi menjelaskan.

Effendi menambahkan, OOC 2018 akan mengusung hal-hal yang telah dibahas pada konfrensi sebelunya, yaitu, perikanan berkelanjutan, konservasi laut, polusi laut, dampak perubahan iklim, keamanan maritim, dan ekonomi biru (blue economy), serta keterlibatan generasi muda dalam kegiatan pelestarian sumber daya kelautan dan perikanan.

Rencana Penyelenggaraan

Rencananya OOC 2018 akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Centre pada 29-30 Oktober 2018 yang akan datang. OOC 2018 akan dihadiri oleh sekitar serataus peserta yang datang dari berbagai negara, termasuk beberapa kepala negara dan pemerintahan. OOC 2018 juga akan dihadiri oleh stakeholder utama kelautan dan perikanan termasuk sektor swasta, akademisi, mahasiswa, dan lembaga swadaya masyarakat.

Penyelenggaraan OOC 2018 telah diatur dalam Keputusan Presiden tentang Panitia Nasional Penyelenggaran Our Ocean Conference tahun 2018. Nantinya beberapa Kementerian/Lembaga akan terlibat dalam kepanitiaan.

“Proses perencanaan sudah kita mulai sejak tiga bulan yang lalu. Kita berharap di awal tahun ini seluruh persiapan dan dukungan semua pihak sudah bisa kita petakan,” jelas Effendi.


Sumber: Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu