Ruangguru: Wujud Revolusi Belajar Zaman Now

Ruangguru: Wujud Revolusi Belajar Zaman Now
info gambar utama

Ruangguru adalah sebuah perusahaan teknologi yang memiliki produk sebuah aplikasi belajar terlengkap dan terbesar di Indonesia. Perusahaan start-up yang bergerak dibidang pendidikan ini didirikan oleh Belva Devara dan Iman Usman, anak-anak bangsa yang berumur kurang dari 30 tahun.

Start-up yang dimulai pada tahun 2014 ini telah menuai beberapa kesuksesan dan kemajuan. Misalnya saja pada awal tahun 2017 lalu Ruangguru hanya bekerja sama dengan 16 Kabupaten/Kota di Indonesia, tetapi pada akhir tahun 2017 Ruangguru berhasil menjalin kerja sama dengan 326 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Tujuan Belva dan Iman mendirikan Ruangguru adalah agar seluruh anak di Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang mudah dan merata.

“Ada banyak daerah di Indonesia yang belum memiliki kualitas pendidikan yang baik, bahkan masih sangat tertinggal. Tetapi mereka sudah memiliki smartphone dan ada jaringan internet. Nah, dari sinilah, kita bisa memanfaatkan teknologi, sebagai media belajar kita,” ujar Iman

Ruangguru sendiri memiliki beberapa layanan, yaitu : Ruangles (sebuah portal pencarian guru les, dimana guru les tersebut bisa datang ke rumah dan mengajar di rumah), Ruangbelajar (sebuah portal belajar yang dikemas dengan animasi dan video yang diajarkan oleh tutor, ada latihan soal dan sekaligus pembahasannya di Ruangbelajar), Ruanguji (sebuah portal ujian online yang berisi soal-soal ujian berstandar nasional), dan yang terakhir adalah digitalbootcamp (sebuah kelompok belajar digital yang difasilitasi oleh tutor yang selalu siap sedia.)

Gandeng Iqbaal Ramadhan Sebagai Brand Ambassador

Ruangguru telah secara resmi memilih Iqbaal Ramadhan sebagai ambassador. Ruangguru juga telah mengadakan acara press conference di XXI Epicentrum Kuningan Jakarta tentang pemilihan Iqbaal sebagai ambassador (4/1).

“Alasan kita memilih Iqbaal adalah, Iqbaal tuh paket komplit. Dia penyanyi, aktor film, dan juga concern sama masalah pendidikan di Indonesia. Dia juga sekarang duduk di kelas tiga SMA di United World Colllege New Mexico, Amerika Serikat,” Jelas Belva di acara press conference.

Iqbaal juga merasa senang dan bangga karena bisa terpilih menjadi ambassador sebuah start-up yang bergerak di bidang pendidikan. Iqbaal merasa anak-anak di Indonesia sudah sangat dekat dengan smartphone dan internet.

“Pendidikan yang baik akan membawa kita ke masa depan yang baik juga, aku yakin anak-anak Indonesia sudah sangat dekat dengan teknologi. Dengan teknologi kita bisa belajar di mana aja dan kapan aja,” kata Iqbaal Ramadhan antusias.

Selain menjalankan tugas sebagai seorang ambassador, Iqbaal nantinya juga akan mengisi platform Ruangguru dan ikut mengajar langsung mata pelajaran Bahasa Inggris.

Perjalanan dan Harapan Selama Ini

Bagi Belva dan Iman Ruangguru bukan hanya sebagai bisnis, tetapi juga sebuah ladang yang harus digarap untuk kemajuan Indonesia. Belva dan Iman sebagai pendiri Ruangguru juga sudah melihat dan merasakan langsung dampak yang besar dari Ruangguru bagi kehidupan mereka.

Tak hanya itu, banyak para pengguna digitalbootcamp yang merasakan dampak di hidup mereka. Ada yang bisa membantu orangtua menjaga warung bahkan bekerja, namun mereka tetap dapat belajar dengan baik karena adanya platform Ruangguru.

“Secara makro 96% pengguna Ruangguru digitalbootcamp berhasil meraih nilai rata-rata 70 dalam Ujian Nasional. Kalau secara mikro banyak juga sekolah-sekolah yang jauh dari kota sudah menggunakan Ruangguru dan telah memiliki beberapa referensi pelajaran yang lebih baik,” Iman menjelaskan pada saat di wawancarai.

Iman dan Belva juga menjelaskan pengalamannya di Ruangguru sangat besar dampaknya bagi kehidupan mereka. Mereka sering mendengarkan cerita-cerita positif dari digitalbootcamp dan mereka mendapatkan energi untuk terus berkarya. Mereka juga berharap di tahun 2018 yang akan datang Ruangguru akan lebih banyak dikenal dan dipakai banyak siswa di Indonesia untuk belajar.



Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini