Dunia penerbangan saat ini menggunakan sistem kokpit yang disebut glass cockpit. Dimana hanya dibutuhkan dua orang pilot untuk mengemudikan sebuah pesawat terbang. Dulunya dibutuhkan 3 orang untuk berada di dalam kokpit, dengan tambahan insinyur penerbangan.

Kelebihan dari glass cockpit systems merupakan penghematan biaya yang dikeluarkan dalam pengoperasiannya.

Pengembangan sistem kokpit ini merupakan hasil pengembangan dari konsep Forward Facing Crew Cockpit (FFCC) yang ditemukan oleh anak bangsa kelahiran Blitar, 18 Januari 1923 bernama Wiweko Soepono.

Hal tersebut berawal dari pengalaman Wiweko Soepono menerbangkan pesawat mesin ganda baling-baling Beechcraft Super H-18 pada Desember 1965 seorang diri dari pabrik Beechcraft di Wichita (Kansas) via OaklandAmerika Serikat (7 Desember) ke Jakarta. Pengalaman inilah yang membuat dirinya bersama staf Airbus Industrie, eksekutif perusahaan Roger Beteille, pilot uji Pierre Baud, serta staf lainnya membuat konsep penerbangan dengan dua awak pesawat.

Simak video berikut untuk mengetahui lanjutan ceritanya:


Sumber: GNFI youtube

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu