Teknologi internet saat ini merupakan teknologi yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Sejak dikembangkan pertama kali di tahun 80an internet kini telah berkembang begitu pesat dan melintas negara. Sehingga berbagai pihak merasa perlu untuk adanya badan yang mengatur tentang internet. Menariknya, mulai tahun ini, seorang Indonesia terpilih untuk menjadi bagian dari pengatur kebijakan internet tingkat dunia dia adalah Henry Kasyfi yang merupakan Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). 

Sebagaimana diberitakan detikInet (11/1) Henri Kasyfi menjadi anggota The Number Resource Organization Number Council (NRO NC) sejak 1 Januari yang lalu. Ia menjadi satu-satunya orang Indonesia diantara 15 anggota NRO Number Council. Henri merupakan anak bangsa yang ditunjuk langsung oleh Dewan Eksekutif APNIC untuk menempati posisi anggota dewan. Organisasi yang ada sejak tahun 2004 ini merupakan organisasi yang mengatur tentang segala hal pengaturan kebijakan internet tingkat dunia. 

Menempati posisi strategis di NRO Number Council adalah sebuah kesempatan langka. Setiap Regional Internet Registries (RIR) akan mendapatkan tiga orang untuk menduduki jabatan. Sementara dari sisi APNIC dua pejabat dipilih secara demokratis oleh komunitas internet se-Asia Pasifik dengan lama jabatan dua tahun.

Henri pun menjelaskan bahwa dengan masuknya ia menjadi anggota NRO NC, maka kepentingan Indonesia dapat mempengaruhi kebijakan internet dunia. "Kebijakan internet itu biasanya, dari komunitas ke regional terus ke dunia. Sekarang dengan adanya orang Indonesia, itu artinya kita bisa kawal lebih baik agar bisa menjadi kebijakan dunia," ujarnya. 

Ia menyontohkan seperti persoalan kejahatan siber (cyber crime) yang saat ini marak terjadi. Berkat keanggotaan Indonesia di dalam dewan, maka untuk mengejar penjahat siber yang berpindah-pindah negara akan lebih mudah ditangani. "Karena kita sudah punya kebijakan global, maka kita itu lebih mudah. Kita usahakan berperan aktif. Cyber crime kita banyak menghadapi itu, seperti penanganan cyber crime, cyber attack dan lain sebagainya," sebut Henri. 

Indonesia sendiri berdasarkan survei APJIII tahun 2016 telah memiliki jumlah pengguna internet sebesar 132,7 juta jiwa. Angka ini tentu saja akan sangat tergantung dengan bagaimana kebijakan yang diambil. 

NRO Number Council sendiri adalah merupakan lembaga koordinasi yang memayungi lima Regional Internet Registries (RIR) di dunia, yakni AFRINIC untuk kawasan Afrika, ARIN (Amerika Utara), LACNIC (Amerika Selatan), RIPE NCC (Eropa), dan APNIC (Asia Pasifik). Sementara Indonesia yang diwakili oleh APJII menjadi satu dari 6 NIR di bawah naungan APNIC.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu