Tank Tanpa Awak Karya Lulusan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut

Tank Tanpa Awak Karya Lulusan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut
info gambar utama
Teknologi alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia merupakan kebutuhan yang tidak terpisahkan dari sebuah upaya pertahanan negara. Sementara pengembangan teknologi pertahanan di Indonesia masih belum unggul dan lebih banyak membeli produk teknologi pertahanan dari luar negeri. Padahal anak-anak bangsa Indonesia nyatanya mampu melakukan beberapa inovasi terkait dengan teknologi pertahanan. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Surabaya yang berhasil membuat tank tanpa awak (unmanned tank).

Tank tanpa awak tersebut dipamerkan dalam acara wisuda STTAL (15/1) yang meluluskan 90 prajurit angkatan laut 50 sarjana S-1 dan 40 yang menempuh program diploma. Tank yang sejatinya merupakan tank AMX 10 PAC90 buatan Prancis ini dimodifikasi sedemikan rupa oleh lima mahasiswa STTAL yakni Pelda Mes Aang Gunaedi, Serka Mpu Budiman, Serka Mes Ruli Siswanto, Serka Mes Sulaiman dan Serka Mes Indra Agung.

Kelima mahasiswa tersebut berhasil membuat sebuah alat kendali tanpa kabel tank berupa joystick yang mampu menggerakkan tank seberat 14,2 ton itu dari jarak maksimal 200 meter. Alat kendali ini memanfaatkan sinyal wi-fi untuk mengoperasikan perintah-perintah elektronik yang kemudian diterima oleh alat penerima yang mampu menggerakkan kendali tank secara hidrolis.

Laksamana TNI Ade Supandi saat mencoba mengendalikan tank tanpa awak (Foto: Bagus DR/GNFI)
info gambar

Kepala Program Studi D-3 Teknik Mesin STTAL Mayor Laut (T) Dueng Deriva menjelaskan bahwa teknologi ini bisa dikembangkan lebih lanjut di masa depan. Meski saat ini masih terbatas untuk kendali navigasi jarak jauh, ke depan diharapkan teknologi ini bisa digunakan untuk misi militer. "Untuk misi amphibi yang sangat beresiko. Jika teknologi ini bisa dikembangkan lebih jauh maka akan bisa mengurangi resiko misi," ujar Deriva.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Republik Indonesia, Laksamana TNI Ade Supandi usai menghadiri upacara wisuda berharap bahwa teknologi tank tanpa awak ini tidak berhenti dikembangkan. "Setiap generasi siswa punya keunggulan masing-masing, mungkin nanti teknologinya akan dikembangkan lebih maju. Sebagaimana yang sekarang, untuk kontrol tank dia bisa remote, menghidupkan, mematikan, kemudian maju mundur. Nantinya ke depan mungkin dengan mekanik otomatisasi untuk pengisian dan penembakan menggunakan remote," ujarnya.

Laksamana Ade Supandi pun juga mengatakan bahwa para alumni STTAL merupakan prajurit yang memiliki andil dalam teknologi angkatan laut. "Baik yang diterpakan di kapal perang maupun komunikasi, navigasi, kemudian logistik, dan juga sistem kontrol. Semua itu membutuhkan penelitian, sebab belum tentu teknologi yang ada di kapal-kapal tahun 80an bisa dipakai di tahun 2000 atau 2020 nanti. Itu sebabnya kita kembangkan," jelasnya.

Dalam wisuda tersebut tidak hanya tank tanpa awak saja yang dipamerkan, tetapi juga inovasi-inovasi lain yang dibuat oleh para lulusan. Seperti alat penghalau demonstran berbasis audio, alat pengatur sasaran tembak, alat pencegah korosi pada badan kapal, teknologi penambal lubang kapal dan sebagainya.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini