Ytech Ajak Pengusaha Muda Indonesia Ke Silicon Valley Amerika Serikat, Berminat? Ini Caranya

Ytech Ajak Pengusaha Muda Indonesia Ke Silicon Valley Amerika Serikat, Berminat? Ini Caranya

© Noah Berger/Reuters

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia merupakan negara yang mendapat perhatiand dunia saat ini dalam hal perkembangan teknologi digital. Investasi berdatangan dari ke tanah air untuk berlomba-lomba membangun dominasi ekonomi digital. Tidak hanya itu, berbagai pihak seperti pemerintah dan BUMN juga berusaha membangun "Silicon Valley" baru di Indonesia. Termasuk pihak swasta yang berusaha mendorong lahirnya perusahaan-perusahaan digital baru melalui program kompetisi sebagai wujud dukungan membangun ekosistem seperti Ytech.

Ytech merupakan sebuah kompetisi untuk menemukan teknopreneur muda Indonesia terbaik yang memiliki pola pikir Silicon Valley. Sebab sebagaimana dijelaskan Reid Hoffman, pendiri LinkedIn, dalam rilis yang diterima GNFI "Silicon Valley adalah pola pikir, bukan lokasi." Berangkat dari hal ini kemudian para pengusaha teknologi baru di Indonesia didorong untuk mampu menunjukkan kemampuannya dalam mengatasi masalah kesejahteraan sosial melalui inovasi teknologi.

Program Ytech akan dikemas menjadi sebuah program yang akan membawa teknopreneur muda dalam menemukan masalah dan solusi sampai dengan menerapkannya di masyarakat kemudian ke seluruh dunia. Tidak hanya itu, untuk menarik masyarakat di Indonesia yang mayoritas adalah generasi muda Y dan Z program ini akan hadir dalam bentuk reality show dan ditayangkan secara berseri. Ada empat tahapan yang akan dilalui para peserta yakni Start With Y, Build the MVP, Go Run & Learn dan Sky is The Limit.

Start With Y yang merupakan tahap pertama untuk sosialisasi program. Para peserta dan calon peserta ditantang untuk berbagi ide memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat. Hingga kemudian mengajak para pemuda untuk ikut serta dan mendaftarkan diri secara online.

Peserta harus telah memiliki tim dan diminta untuk menyampaikan ide dan teknologi yang dibuatnya. Dari sekian banyak tim yang mendaftar nantinya akan terdapat 15 tim yang lolos ke tahap selanjutnya. Setiap anggota tim setidaknya memiliki 2-3 anggota tim yang lahir diatas tahun 1982, memiliki latar belakang bisnis atau informatika. Sementara untuk produk inovasinya harus mampu memberikan solusi dibidang pendidikan, ekonomi lokal, masyarakat daerah, dan pelayanan publik.

Tahap berikutnya adalah Build the MVP, yang mengharuskan para peserta untuk mengembangkan gagasan mereka menjadi Minimum Viable Product (MVP). Artinya produk inovasi yang peserta kreasikan harus sudah layak untuk digunakan pengguna. 15 tim yang masuk ke tahap ini akan mengikuti kelas daring sebanyak 5 sesi yang akan membantu mereka memahami bagaimana mengembangkan produk yang layak.

Setiap tim nantinya akan mendapatkan satu mentor untuk membangun beberapa aspek produk seperti value proposition, ideation, business & revenue model dan customer validation. Mentor-mentor tersebut merupakan sosok yang telah berpengalaman dibidang inovasi dan juga telah berhasil mendirikan sebuah perusahaan teknologi seperti Arief Widhyasa dari Agate Studio, Muhamad Ismail dari Zahir Accounting dan Nadiem Makarim dari Go-Jek. Di tahap ini akan dipilih 5 finalis yang berhak untuk mengikuti tingkat selanjutnya.

Di tahap ketiga Go Run & Learn yang menantang para peserta untuk membuktikan bahwa produk yang mereka telah kembangkan mampu diterima pasar. Mereka didorong untuk bisa menemukan pengguna-pengguna baru untuk produk yang telah diciptakan. Lima finalis yang terpilih akan mengikuti kelas daring sebanyak lima sesi untuk memahami dan mengerti bagaimana meraih pasar untuk produk mereka. Setiap tim juga akan didampingi oleh satu orang mentor serta terdapat komite yang membantu finalis mendapat dukungan dari para pengguna awal produk.

Dan tahap terakhir adalah Sky Is The Limit yang akan memberikan kesempatan pada para finalis untuk mempresentasikan produk-produk mereka di hadapan para juri. Juri yang hadir merupakan para pebisnis profesional dan investor berpengalaman seperti Rosana Perkasa Roelani, Chairman Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Triawan Munaf, Ketua Badan Ekonomi Kreatif, dan Wilson Cuaca, pendiri dari East Ventures. Tim yang menjadi pemenang dalam tahap ini akan mendapatkan kesempatan ke Silicon Valley, San Francisco, Amerika Serikat dan akan bisa menjadi tenant dari akselerator dan mendapat modal dari pemodal awal yang menjadi partner Kedutaan Besar Amerika Serikat.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga59%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang18%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau24%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Di Ujung Barat Indonesia, Pulau ini Jadi Tempat Transit Jemaah Haji yang Pertama Kali Sebelummnya

Di Ujung Barat Indonesia, Pulau ini Jadi Tempat Transit Jemaah Haji yang Pertama Kali

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.