Sistem Mina Padi, Kombinasi Lahan Sawah dengan Budidaya Ikan yang Menguntungkan Para Petani

Sistem Mina Padi, Kombinasi Lahan Sawah dengan Budidaya Ikan yang Menguntungkan Para Petani

Sistem Mina Padi, menggabungkan lahan sawah dengan budidaya ikan © Nuansatani.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Sektor perikanan dan pertanian di Indonesia terus berkembang dengan mencoba berbagai metode untuk memperoleh hasil yang maksimal. Salah satu inovasi yang cukup menarik dari kedua sektor ini adalah “Mina Padi”, bentuk integrasi antara pertanian dan perikanan yang dikembangkan dalam satu lahan saja. Mina Padi dapat dikatakan sangat menguntungkan para petani, karena dapat meningkatkan omset hingga tiga kali lipat dari pertanian biasanya.

Salah satu petani yang menggunakan metode Mina Padi adalah Sigit Paryono, yang memiliki lahan di Dusun Cibluk, Margoluwih Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sigit mengintegrasikan lahan pertaniannya dengan peternakan Ikan Nila dan Emas.

"Kalau padi biasa (keuntungan) per 1.000 (meter) itu sampai 1,5 sampai 2 juta itu sudah bagus, untuk mina padi keuntungan 4-5 juta jadi sekitar 3 kali lipat," jelas Sigit.

Bahkan , Sigit pernah mendapatkan keuntungan sebesar 120 juta rupiah dari satu hektar sawah yang dimilikinya. Perkiraannya, dengan menjalankan sistem Mina Padi pendapatan petani bisa meningkat hingga 60 juta rupiah per hektar.

Selain keuntungan finansial, sistem Mina Padi juga memberikan banyak keuntungan lainnya. Pertama, petani tidak akan sepenuhnya rugi ketika terjadi gagal panen, karena masih bisa mengeruk keuntungan dari budidaya ikan di lahannya. Kedua, harga jual padi hasil sistem Mina Padi akan lebih mahal, karena tidak menggunakan pupuk kimia. Dengan pendekatan ekosistem, sistem ini akan meningkatkan kualitas padi tanpa adanya pestisida.

Kualitas padi hasil Mina Padi juga memiliki kadar glukosa yang lebih rendah dari padi biasanya, sehingga cocok dikonsumsi oleh pengidap diabetes. Keutungan ketiga yang dapat diberikan dari sistem ini adalah tidak adanya hama wereng dan tikus, sehingga kualitasnya akan terjamin. Hanya saja ancaman dari sistem ini adalah berang-berang yang seringkali menyerang ikan-ikan dan merusak tanaman padi.

Namun sistem Mina Padi yang menguntungkan ini maish jarang dilirik oleh petani konvensional. Hal ini disebabkan karena sistem ini akan lebih menyita waktu dan uang. Cara kerja Mina Padi bisa dibilang cukup berbeda dengan yang konvesional, karena harus mampu memberi pakan dengan tepat dan juga mengamati kedalaman kolam agar tetap sesuai. Menurut Sigit, beberapa petani yang mencoba sistem ini justru mengalami kerugian karena tidak tahu cara merawatnya. Petani Mina Padi juga harus rutin mengawasi sistem pengairan dilahannya, karena kedalaman kolam menjadi kuncinya.

"Kan kita keluar cari air, kita isi penuh (kolam) yang mina padi ini, kalau petani biasa kan lihat sawah seminggu sekali, agak susah kalau ga tekun," kata pria yang semula merupakan peternak ikan ini.

Selain itu modal awal Mina Padi juga lebih tinggi dibandingkan dengan yang konvensional. Setidaknya petani membutuhkan modal 8 juta untuk membeli bibit dan membuat kolam. Itulah mengapa beberapa petani masih belum berani mencoba sistem yang jauh lebih menguntungkan ini.

Sistem pertanian Mina Padi ini dilihat oleh pemerintah sebagai langkah strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Oleh karenanya Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta badan pemerintah lainnya sejak tahun 2015 bekerjasama dengan Badan Pangan Dunia FAO untuk mengembangka sistem pertanian ini di wilayah Sleman dan Kabupaten Limapuluh, Sumatera Barat. Kini sistem pertanian ini mulai menyebar dan dikembangkan di wilayah lainnya seperti Jawa Barat dan Sumatera Barat.

Sumber: bbc.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga30%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau4%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Menunggu Keputusan Negara-negara ini Untuk Bebas- Visa Paspor Indonesia Sebelummnya

Menunggu Keputusan Negara-negara ini Untuk Bebas- Visa Paspor Indonesia

Menyaksikan Cara Seniman Memberi HIburan Saat Sedang #dirumahaja Selanjutnya

Menyaksikan Cara Seniman Memberi HIburan Saat Sedang #dirumahaja

Ilham Bafadal
@ilhammib

Ilham Bafadal

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.