Unik, Kabupaten Ini Kembangkan Objek Wisata Hutan Kera

Unik, Kabupaten Ini Kembangkan Objek Wisata Hutan Kera
info gambar utama
Objek wisata alam memang tidak ada habisnya menarik perhatian. Namun bila objek wisata alam tersebut melibatkan satwa-satwa di dalamnya tentu saja akan menjadi tantangan tersendiri. Seperti yang dilakukan oleh Kabupaten Sampang, Jawa Timur yang berencana untuk mengembangkan objek wisata Hutan Kera.

Sebagaimana diberitakan ANTARA (15/1) Pemertinah Kabutapen Sampang mengalokasikan anggaran hingga Rp 1 miliar untuk pengembangan objek wisata ini. "Anggaran sebesar Rp 1,1 miliar ini bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018 dari pemerintah pusat untuk melestasikan dan mengembangkan objek wisata Hutan Kera Nipah yang ada di Sampang ini," ujar Bupati Sampang Fadhilah Budiono.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan tempat ibadah dan dermaga mini. Selain itu juga akan dibangun taman sehingga Hutan Kera Nipah bisa menjadi objek wisata andalan Sampang baik untuk wisatawan domestik maupun asing.

Fadhilah juga menjelaskan bahwa objek wisata ini dipandang potensial karena cukup unik. Karena wilayah ini dihuni oleh kera-kera liar yang hidup bebas. Ia pun optimis jika objek wisata ini berhasil dikembangkan, maka wilayah Pantai Utara Sampang akan bisa lebih maju. "Dampaknya perekonomian masyarakat tentu akan lebih meningkat," katanya.

Selain itu, Fadhilah juga berharap partisipasi masyarakat sekitar untuk menyukseskan pengembangan objek wisata ini. "Satu hal lagi, tentunya masyarakat harus mendukung dan ikut berpartisipasi dalam pengembangan sektor pariwisata di pantura ini, Hutan Kera Nipah ini akan kami jadikan destinasi wisata andalan pantura," katanya.

Hutan Kera Nipah sendiri merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Sampang, selain Pantai Camplong dan Waduk Nipah yang sebelumnya lebih dahulu terkenal. Nama Nipah atau Nepa dipercaya berasal dari sebutan pohon kelapa kecil yang banyak ditemukan di Sampang. Daun dari pohon ini dahulu sering digunakan sebagai atap rumah dan kertas rokok.

Bupati Fadhilah Budiono menjelaskan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemkab di tiga kabupaten lain agar membuat program pendukung di sepanjang pesisir pantai utara Pulau Madura, mulai dari Kabupaten Bangkalan hingga Sumenep.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini