6 Transportasi Masa Lalu ini Kini Tinggal Kenangan

6 Transportasi Masa Lalu ini Kini Tinggal Kenangan
info gambar utama

Perkembangan jaman memang selalu menyeleksi apapun yang ada didalam suatu era. Salah satu hal yang terus mengalami perkembangan adalah alat transportasi. Di Indonesia, alat transportasi juga mengalami perkembagan dari masa ke masa. Sehingga banyak dari alat-alat transportasi yang digunakan pada masa lalu tersebut tergerus oleh kemajuan teknologi dan permintaan pasar. Setidaknya terdapat enam alat transportasi yang sempat digunakan oleh masyarakat Indonesia dan sulit kita temui di masa sekarang.

Pedati

Pedati, transportasi pengangkut hasil perkebunan | Sumber: tribunnews.com
info gambar

Pedati adalah alat transportasi darat yang mempunyai kemiripan dengan kereta kuda pada umumnya, hanya saja ditarik oleh sapi atau kerbau. Fungsinya tentu berbeda, karena pedati lebih berfungsi sebagai pengangkut beban berat seperti material bangunan, hasil panen, dan lain sebagainya.

Jika melihat sejarahnya, pedati banyak berkembang ketika era kolonial, yang mana transportasi tersebut disebut sebagai ossenkar dan digunakan untuk mengangkut onderneming (perkebunan) dari perkebunan Belanda. Kini alat transportasi tersbeut mulai ditinggalkan oleh para petani, karena adanya truk sebagai substitusi dari pedati.

Trem

Trem yang dahulu terdapat di Batavia | Sumber: javapost.nl
info gambar

Trem adalah alat transportasi yang juga warisan dari era kolonial. Kehadiran trem berfungsi untuk mempermudah mobilisasi masyarakat Batavia pada waktu itu. Trem sendiri mengalami perkembangan dari masa ke masa. Pada awalnya trem berjalan menggunakan tenaga kuda, sehingga jarak tempuhnya terbatas. Lalu pada tahun 1881, trem berkembang dan menggunakan tenaga uap. Dengan begitu trem semakin berkembang dan jangkauan otomatis semakin jauh. Tenaga uap masih digunakan hingga pada awal 1900-an muncul trem listrik. Transportasi ini menjadi sebuah kebutuhan bagi Batavia pada waktu itu. Namun penggunaan trem hanya bertahan hingga 1960, ketika Presiden Soekarno menilai bahwa trem tidak cocok digunakan di wilayah Jakarta, sehingga lebih baik menggunakan metro mini atau kereta bawah tanah.

Helicak

Helicak, modifikasi dari becak dan motor | Sumber: mediamaya.net
info gambar

Helicak adalah sebuah alat transportasi yang merupakan modifikasi dari Skuter Lambretta asal Italia dengan becak. Kemunculan transportasi ini berkaitan dengan dilarangnya becak di era Gubernur Ali Sadikin karena terkesan tidak manusiawi.

Dari penampilan, helicak memiliki banyak kesamaan dengan becak, hanya saja bagian penumpang ditutup dan menggunakan mesin sebagai tenaga utamanya. Nama helicak adalah kombinasi dari helikopter dan becak, karena bentuknya yang mirip dengan helikopter.

Oplet

Oplet, transportasi khas Betawi | Sumber: bintang.com
info gambar

Jika pembaca menyukai film “Si Doeal Anak Sekolahan”, tentu alat transportasi ini tidak asing. Oplet merupakan saingan berat dari bemo di waktu itu, karena oplet memiliki mesin produksi Morris dan Austin, yang lebih bagus sehingga cenderung tidak berisik. Ruang yang disediakan oleh oplet juga lebih luas jika dibandingkan dengan bemo. Kini oplet hanya menjadi buruan kolektor transportasi kuno untuk dipajang.

Kancil

Kancil, tren yang hanya sekilas | Sumber: motokars.com
info gambar

Kancil (Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) dapat dikatakan hanya menjadi tren semata. Alat transportasi yang baru diijinkan pada tahun 2004, tidak bisa bertahan lama karena adanya pro kontra terkait bajaj. Alat transportasi ini memang digunakan sebagai alternatif dari bajaj yang menghasilkan banyak polusi. Disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta yaitu Fauzi Bowo, penggunaan Kancil tidak sesuai dengan harapan, karena aturan-aturan yang diberikan pada pengemudi kancil seperti menggunakan jalan-jalan tertenu saja dianggap terlalu membatasi.

Angguna

Angguna, yang dahulu kebanggan Surabaya | Sumber: hiveminer.com
info gambar

Alat transportasi ini hanya ada di Surabaya dan kini masih sulit untuk kita temui. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Surabaya, jumlahnya kini hanya 10 buah. Alat transportasi ini seperti kombinasi antara angkot dan pick-up. Kehadiran angguna sejak 1998, terus menerus menyusut karena adanya hambatan dalam ijin trayek pada para pengemudi. Ketika awal kemunculannya berjumlah 1000, kini angguna banyak ditinggalkan oleh masyarakat Surabaya karena persaingan yang cukup ketat dalam transportasi umum.

Itulah keenam transportasi yang sudah tergerus oleh majunya perkembangan transportasi di Indonesia. Tidak ada salahnya, Indonesia terus berkembang dan menggunakan alat transportasi yang lebih efisien. Namun jangan lupa, bahwa transportasi-transportasi diatas pernah menjadi bagian dari sejarah kita.

Sumber: mediamaya.net | kabarnusa.com | lensaindonesia.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini