Digitalisasi Warung di Indonesia, Bakal Lebih Canggih

Digitalisasi Warung di Indonesia, Bakal Lebih Canggih
info gambar utama
Potensi digitalisasi perekonomian di Indonesia rupanya semakin beragam. Tidak hanya berupa teknologi digital yang begitu rumit tetapi juga pemanfaatan potensi ekonomi yang sudah ada di Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh Warung Pintar yang berusaha untuk memanfaatkan potensi digitalisasi warung agar mampu bersaing di era digital.

Seperti diberitakan Tech in Asia Indonesia (23/1) Warung Pintar merupakan sebuah start-up yang berusaha untuk meningkatkan kualitas warung yang banyak ditemukan di Indonesia menjadi lebih digital. Lebih digital artinya, warung tradisional tersebut akan ditingkatkan sedemikian rupa sehingga lebih akuntabel, modern dan tetap menguntungkan. Bayangkan bila seluruh warung yang ada di Indonesia dikelola dengan profesional dan menarik minat masyarakat untuk tetap beraktifitas ekonomi di sana.

Jumlah warung di Indonesia sendiri memang belum terdapat data yang akurat, namun Chief Operating Officer (COO) Warung Pintar Harya Putra, mengungkapkan bahwa di Jakarta terdapat lebih dari 50.000 warung pada tahun 2014. "Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, satu warung rata-rata menghasilkan sekitar Rp 1,5 juta per hari," jelasnya.

Melihat potensi tersebut, Warung Pintar berusaha untuk memberikan fasilitas-fasilitas yang pada umumnya tidak dimiliki warung-warung tradisional. Beberapa diantaranya seperti bantuan aktivasi promosi yang akan bisa meramaikan warung, seperti promo dan acara kegiatan ataupun renovasi warung dengan fasilitas penunjang kekinian seperti stasiun pengisian daya ponsel pintar (charging station), layar LCD, hingga kamera CCTV.

Fitur Warung Pintar (Foto: warungpintar.co)
info gambar

Tidak hanya itu, pemilik warung juga akan mendapatkan pelatihan dan pemdampingan penggunaan perangkat lunak (software) untuk pencatatan stok barang dan pengelolaan keuangan. Bahkan lewat Warung Pintar, nantinya warung akan bisa menjadi ritel untuk produk-produk digital seperti tiket pesawat, tiket kereta api, pulsa, hingga barang-barang lainnya yang terdapat di toko daring.

Warung Pintar sendiri berperan sebagai sebuah wadah atau platform bagi masyarakat yang ingin mendirikan warung. Sehingga fasilitas-fasilitas menarik tersebut dapat dinikmati bagi mereka yang bekerja sama dengan Warung Pintar. Tidak hanya itu, masyarakat juga bisa menjadi investor untuk orang-orang yang berniat mendirikan warung baru. Model bisnis seperti ini tentu saja cukup menarik, sebab pemilik warung akan menjadi mitra bagi Warung Pintar.

Managing Partner dari East Ventures, Willson Cuaca. pun menjelaskan bahwa Warung Pintar akan membentuk kerja sama kemitraan yang membuat pemilik warung hanya perlu memberi komitmen, kejujuran, serta waktu mereka untuk memperbaiki warung jika diperlukan. “Warung Pintar merupakan jawaban dari istilah New Retailer,” ujarnya

Menariknya, Warung Pintar ini merupakan startup yang digawangi oleh talenta-talenta ekonomi digital berpengalaman di Indonesia. Seperti Agung Bezharie yang menjadi CEO pernah menjadi Investment Associate di East Venture. Sementara Harya Putra sebagai COO merupakan mantan Expansion Head dari co-working space EV Hive. Mereka juga menggandeng Sofian Hadiwijaya, yang berpengalaman sebagai Technology Evangelist di Kudo, co-founder Pinjam, serta VP of Business Intelligence GO-JEK. Ada pula Pandu Kartika Putra, yang aktif di Code for Bandung dan Code4Nation.

"Misi kami adalah untuk memberikan dampak sosial yang lebih besar ketimbang mencari keuntungan moneter. Warung Pintar merupakan proyek dengan visi yang kuat akan inklusi teknologi bagi seluruh masyarakat Indonesia", jelas Wilson

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini