Pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa barat terus dikebut dan memperlihatkan progress yang makin signifikan. Sebelumnya, pemerintah menyatakan bahwa diperkirakan, bandara terbesar di Jawa Barat ini nantinya akan beroperasi di pertengahan tahun ini. 

"Alhamdulillah sisi udara sudah memulai pekerjaan untuk pembuatan RESA (runway end safety area). Selain itu sisi udara juga sudah memulai kegiatan penyambungan cross taxiway dan apron, sehingga tersambung," kata Direktur Utama PT BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat), Virda Dimas Ekaputra,  dalam keterangan tertulis, Senin (28/8/2017). 

Bandara Internasional Jawa Barat | BIIB
Bandara Internasional Jawa Barat | BIIB

Pihak Airnav Indonesia menargetkan pesawat wide body atau berbadan besar seperti Boeing 777 take off dan landing di bandara ini, agar pelayanan untuk penerbangan haji bisa dilakukan.  Untuk infrastruktur navigasi, perseroan menargetkan pada awal April mendatang seluruhnya sudah dilengkapi.  

Kesiapan runway yang nantinya akan dibentangkan sampai 3.500 meter x 60 meter oleh Kementerian Perhubungan saat ini progresnya sudah lebih dari pada 90 persen. Dengan panjang runway tersebut mempertegas bahwa kehadiran BIJB yang diproyeksikan menjadi bandara haji di 2018 bisa didarati pesawat berbadan lebar. 

 

80 % #bijb

A post shared by Yusran kahfi (@yusran_kahfi) on

Begitu juga dengan fisik pembangunan tower sebagai fasilitas navigasi penerbangan yang dioperasikan Airnav sudah hampir rampung. Tower dengan ornamen kujang tersebut saat ini tinggal dilakukan finishing

Nantinya, PT Angkasa Pura II (AP II)akan resmi menjadi pengelola jasa kebandarudaraan di Bandara Internasional Jawa Barat ini. AP II akan fokus pada tiga hal yaitu percepatan penyelesaian konstruksi proyek, percepatan operasi bandara untuk mendukung Penerbangan Angkutan Haji pada Juni 2018 dan penambahan perpanjangan landas pacu dari 2.500 meter x 60 m menjadi 3.000 meter x 60 meter.

 

Finishing touch.. #bijb

A post shared by Yusran kahfi (@yusran_kahfi) on

Dalam pengoperasian tahap awal, BIJB memiliki terminal berkapasitas lima juta penumpang per tahun dan direncanakan akan dikembangkan kapasitas maksimalnya untuk dapat melayani 18 juta penumpang per tahun.

"Nantinya di BIJB ini juga akan kami implementasikan dan tingkatkan `soft infrastructure` seperti bandara AP II lainnya dalam memberikan pelayanan kepada penumpang dalam program `Smart Airport` untuk meningkatkan pengalaman konsumen melalui aplikasi mobile dan mengefisiensikan kegiatan operasional bandara dengan membangun infrastruktur digital di BIJB. Salah satunya adalah dengan penggunaan aplikasi mobile Indoneaia Airporta dan juga aplikasi operasional iPerform," kata Dirut AP II, Muhammad Awaluddin.

Bandara Kertajati sendiri juga akan dilengkapi kawasan khusus yakni Aerocity. Berdiri di atas 3.400 hektare atau dua kali lipat dari luas bandara, ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. 

Hadirnya Bandara Kertajati yang disebut sebagai bandara terbesar kedua di Indonesia ini bisa menjadi solusi pemecah kepadatan dan sebagai penyangga dua bandara di Tangerang (Soekarno Hatta) dan Bandung (Hussein Kertanegara).

 

Garbarata 1 #proyekbandara #kertajati #majalengka #bijb

A post shared by Robertus Very (@robertusvery) on

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro memprediksi beroperasinya Bandara Kertajati Majalengka, akan berdampak pada pembangunan wilayah timur Jawa Barat. 

Menurutnya, hal tersebut sebagaimana dalam pemetaan visi pembangunan 2045. Di prediksi, laju pembangunan Jakarta Metropolitan Area, akan menyatu dengan Bandung Metropolitan Area. "Jadi, dengan visi membangun Kertajati ini, di 2045 Megapolitan bergantung pada dua Bandara. Soekarno Hatta di Barat, Kertajati di sebelah Timur, dan memungkinkan mobilitas penduduk lebih baik," tambahnya.

(dari berbagai sumber) 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu