Kota Yogyakarta memang penuh akan cerita sejarah. Dua sebutan kota ini yang mendukung pernyataan sebelumnya yakni Yogyakarta sebagai kota perjuangan, sehubungan dengan peran Yogyakarta dalam konstelasi perjuangan bangsa Indonesia jaman kolonial Belanda, jaman penjajahan Jepang, maupun pada jaman perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Yogyakarta pernah menjadi pusat kerajaan, baik Kerajaan Mataram (Islam), Kesultanan Yogyakarta maupun Kadipaten Pakualaman. Sebutan kedua adalah Yogyakarta sebagai kota kebudayaan sebagai salah satu pelestarian bukti-bukti perjuangan Yogyakarta dalam masa silam. Selain itu ada kaitan erat dengan peninggalan-peninggalan budaya bernilai tinggi semasa kerajaan-kerajaan yang sampai kini masih tetap lestari. Sebutan ini juga berkaitan dengan banyaknya pusat-pusat seni dan budaya. Sebutan kata Mataram yang banyak digunakan sekarang ini, tidak lain adalah sebuah kebanggaan atas kejayaan Kerajaan Mataram. 

Jika berbicara tentang ikon kota Yogyakarta, Tugu Jogja akan muncul di kepala secara otomatis, atau mungkin Jl. Malioboro serta pasar Beringharjo. Namun, postingan kali ini akan mengenalkan ikon Jogja lainnya yang ternyata masih banyak orang belum tahu atau mungkin belum sadar akan sejarah dibalik keberadaannya.

Ikon yang dimaksud tersebut adalah Tugu Ngejaman yang ternyata sudah berumur ratusan tahun. Apa sih Tugu Ngejaman? Penasaran dengan bentuknya? Simak video berikut.


Sumber: Youtube GNFI | Dikpora D.I.Y.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu