Kota Ini Bakal Miliki Kebun Raya Mangrove Pertama di Dunia?

Kota Ini Bakal Miliki Kebun Raya Mangrove Pertama di Dunia?
info gambar utama
Indonesia yang merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia memiliki garis pantai yang begitu panjang. Panjang garis pantai Indonesia diperkirakan mencapai 95.181 kilometer dan menempati negara dengan garis pantai terpanjang ketiga di dunia. Namun garis pantai tersebut bisa saja terancam berkurang akibat beberapa hal seperti abrasi yang kerap terjadi di daerah yang tidak memiliki hutan mangrove yang sehat. Menyadari hal ini, sebuah kota di Jawa Timur berencana untuk mengejutkan dunia lewat inisiatif membuat kebun raya mangrove pertama di dunia. Kota itu adalah kota Surabaya.

Sebagaimana diberitakan detikNews (16/1) Surabaya tengah merencanakan pembangunan Kebun Raya Mangrove yang memiliki luas 200 hekatare. Nantinya kebun raya ini akan memiliki jembatan bambu yang melintas di atas bozem (waduk). Jembatan ini akan menghubungkan Mangrove Information Center dengan kawasan-kawasan mangrove di daerah Gununganyar.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa kabun raya ini akan menjadi pertama di Indonesia. "Karena belum ada kebun raya yang khusus mangrove, kalau tidak salah ini yang pertama. Mungkin yang pertama di dunia," ujarnya.

Saat ini proses penetapan bozem mangrove yang dimiliki kota Surabaya ini masih dalam tahap konsultasi dengan pihak yayasan kebun raya yang akan membantu proses pembentukan kebun raya. Sebab, rencananya kebun raya ini akan berbeda dengan wisata mangrove yang selama ini telah ada di Surabaya, di kawasan Wonorejo. Nantinya kawasan ini akan lebih intensif menjadi lokasi penelitian dan akan melibatkan lembaga penelitian seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Pengembangan wilayah mangrove ini menjadi kebun raya sebenarnya adalah karena beberapa alasan. Seperti adanya kebutuhan melindungi kota dari abrasi dan banjir rob. Karena wilayah Surabaya banyak berada di wilayah pesisir yang harus mendapatkan perlindungan dengan sabuk hutan mangrove.

"Nanti mangrovenya akan kita tata. Kalau sekarang kami nanamnya asal tancap saja. Kami akan lakukan penataan," ujar Risma.

Ia pun menjelaskan bahwa saat ini lahan mangrove masih seluas 50 hektar, namun pemerintah kota akan berusaha membebaskan beberapa lahan milik warga agar kebun raya menyatu di beberapa bagian dan semakin luas. Proyek yang akan membanggakan bagi warga Surabaya ini ditargetkan dapat selesai pada tahun ini.

Hutan mangrove sendiri dipercaya sebagai elemen ekosistem yang mampu menjaga wilayah muara sungai yang berada di lautan. Pertemuan antara laut dan sungai ini kerap kali sulit untuk dihuni vegetasi sehingga pesisir menjadi rentan abrasi. Selain itu hutan mangrove juga akan bisa menjadi habitat bagi organisme kecil yang kerap menjadi konsumsi ikan-ikan laut dan fauna di pesisir.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini