Wajah Baru Pasar Gede Solo Menjelang Tahun Baru Imlek

Wajah Baru Pasar Gede Solo Menjelang Tahun Baru Imlek

© http://clipart-library.com

Tak terasa kita sudah memasuki bulan yang kedua di tahun 2018, yaitu bulan Februari. Nah, Tahun Baru Imlek juga jatuh di bulan kedua tahun ini. Hari raya besar ini jatuh pada tanggal 16 Februari yang akan datang.

Kawan GNFI, Kota Solo punya cara sendiri untuk merias wilayahnya menyambut tahun baru imlek.

Melintas warna dan harapan #eea #lampion #soloraya #pasargede

A post shared by @ drahartantra on

Pasar Gede Hardjonagoro atau yang terkenal dengan nama Pasar Gede Solo diwarnai dengan banyak ornamen berwarna merah. Ribuan lampion terpasang rapi menghiasi kawasan pasar tradisional Kota Solo tersebut.

Lampion-lampion tersebut ditata rapi menyerupai sebuah tirai di atas Jembatan Kali Pepe di kawasan Pasar Gede. Tak hanya di Kali Pepe, lampion-lampion itu pun juga terpasang di seputaran jalan Pasar Gede, pelataran Klenteng Tien Kok Sie dan jalan Jenderal Sudirman (Jensud) seperti yang dilansir oleh Kompas.com

Shio Tahun Baru Imlek di tahun 2018 adalah shio anjing tanah. Lalu apa arti dari shio tersebut? makna anjing dalam tradisi tionghoa adalah sebuah loyalitas. Seekor anjing tidak akan pernah meninggalkan teman dan keluarga mereka.

Dengan dihiasnya wilayah Pasar Gede Solo dengan lampion, ternyata hal ini banyak menyita perhatian turis dan bahkan warga Kota Solo sendiri. Banyak warga Kota Solo yang berdatangan ke Jembatan Kali Pepe untuk mengabadikan momen dengan cara berswafoto.

Lampion-lampion yang dipasang di sekitaran Pasar Gede juga merupakan salah satu bentuk akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa. Pasar gede sendiri juga dulunya merupakan perkampungan warga keturunan Tionghoa. Pasar Gede juga sekaligus kawasan pusat perdagangan dan pusat pemerintahan Kota Solo.

Menurut Pengurus Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo, Cakra Wibawa (37) ada 5000 lampion yang dipasang di kawasan pasar Gede dan Klenteng Tien Kok Sie.


Sumber: kompas.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ikon Lama Kota Jogja Sebelummnya

Ikon Lama Kota Jogja

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri Selanjutnya

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.