7 Destinasi Wisata Palembang Disiapkan Untuk Asian Games 2018

7 Destinasi Wisata Palembang Disiapkan Untuk Asian Games 2018

Jembatan Ampera pada malam hari © http://farm4.staticflickr.com

Sebentar lagi Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi pesta olahraga Asian Games 2018. Asian Games 2018 akan diadakan pada tanggal 18 Agustus – 2 September mendatang. Untuk itu, Indonesia, khususnya Kota Jakarta dan Palembang terus berbenah, guna menyediakan fasilitas yang baik bagi para peserta Asian Games 2018.

Dalam menyambut puluhan atlet dan pendukung dari 45 negara di Asia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pun ikut menyiapkan destinasi-destinasi unggulan. Inilah 7 destinasi unggulan Kota Palembang :

  1. Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak adalah sebuah bangunan keraton yang dibangun pada tahun 1780, yang juga meupakan pusat Kesultanan Palembang.

Nah, Bentang Kuto Besak sering menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai macam festival dengan panggung hiburan, karena berlatar belakang Sungai Musi dan Jembatan Ampera.

  1. Museum Balaputra Dewa

Museum Balaputra terletak di rangkaian pegunungan Bukit Barisan, yang tepatnya di sisi barat Sumatera Selatan.

Museum Balaputra Dewa adalah museum yang menyimpan berbagai koleksi dari zaman pra-sejarah, zaman Kesultanan Palembang, hingga ke zaman Kolonialisme Belanda.

Museum ini juga menyimpan banyak koleksi arca yang berasal dari zaman megalith (kebudayaan batu besar) di Sumatera Selatan.

  1. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS)

TPKS adalah sebuah taman yang mengoleksi benda-benda purbakala zaman kerajan Sriwijaya. Menurut interprestasi foto udara, lokasi TPKS juga merupakan tempat berdirinya Kerajaan Sriwjaya.

Lokasi TPKS ternyata juga memilik jaringan air, hal ini menggambarkan bahwa ternyata sejak dulu, kawasan ini telah ditinggali masyarakat yang ahli di bidang tata air dan kemaritiman.

TPKS kian hari terus ditata, dan diharapkan mampu merevitalisasi kembali arti pentingnya Kerajaan Sriwijaya bagi masyarakat Indonesia.

  1. Museum Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II

Museum ini berdiri di atas bangunan Benteng Koto Lama (Kuto Tengkurokato Kuto Batu) dimana Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo dan Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758) memerintah.

Mirip degan TPKS, SMB juga memilki benda-benda bersejarah. SMB menyimpan 556 koleksi benda bersajarah mulai dari bekas peninggalan hingga Kesultanan Palembang.

  1. Kampung Kapitan

Kampung Kapitan, Nuansa Tionghoa di Palembang Kampung Kapitan menyimpan nilai seni dan budaya yang terletak pada struktur bangunan rumah yang ada. Rumah di kawasan ini menyimpan tiga pengaruh budaya, yakni budaya Cina, Palembang dan Belanda. . Budaya Cina bisa dilihat dari bagian tengah rumah dan pintu depan yang dicat dengan warna merah. Pengaruh budaya Palembang tampak pada desain atap rumah yang menyerupai limas dan terdapat tiang yang menopang berdirinya rumah. Sedangkan budaya Belanda terlihat dari desain ruang tamu rumah Tjoa Han Him dan rumah abu leluhur. . Yang menarik, fentilasi pada pintu dan jendela terbuat dari lempengan besi yang disusun dengan rangka dan ada besi mengatur dibagian tengahnya. Cara kerja buka tutupnya seperti pada nako. Amazing, rangkaian ini masih bekerja dengan baik padahal telah berusia lebih dari 300 tahun! . Ada beberapa objek yang bisa dilihat di Kampung Kapitan. Salah satu yang cukup mencolok adalah pagoda setinggi 2,5 meter yang berdiri tegak tepat di tengah lapangan berlantai keramik. Ada juga rumah yang dijadikan tempat ibadah orang Tionghoa. Tempat ini ramai dikunjungi saat hari-hari besar Cina. . Kampung Kapitan berada tidak jauh dari tepian Sungai Musi, tepatnya di Jalan KH. Azhari, 7 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang. Kalau kesulitan menemukannya, bisa bertanya pada penduduk sekitar, mereka dengan ramah akan menunjukan jalan. . . @menpar.ariefyahya @kemenpar @indtravel @pesonaid_travel @sg.embassy.jakarta @genpi_id @genwi_malaysia @genwi_thailand @genwi.singapura @genwitiongkok @wonderlust.singapore @exploresingapore @dynastytravel @ctctravel.sg @chanbrotherstravel @chansworldholidays @konsortiumsg @jetaboutholidays @asa.holidays @drukasia @fayyaztravels @applevacationssg @newshantravel @1dasiatravels @dhkttraveltours . #kampungkapitan #genpisumsel #sumateraselatan #southsumatra #pesonaindonesia #wonderfulindonesia #amazing #beauty #hotel #igtravel #instago #instapassport #mytravelgram #tourist #tourism #travel #travelgram #travelling #travelblog#travelingram #travelphotography #traveler #traveller #travelblogger #traveltheworld #trip #wanderlust

A post shared by Febby (@febbymayasari) on

Kampung Kapitan adalah sebuah kawasan yang sangat kental dengan akulturasi antara budaya Palembang dan Tionghoa.

Nilai budaya yang sangat terlihat dari Kampung Kapitan adalah struktur bangunan rumah di sana.

Selain itu juga ada sebuah Batu Pagoda yang berdiri tegak dengan ketinggian 2,5 meter.

  1. Bukit Siguntang

#yourpalembang, Waktu akan terus berjalan, hanya generasi yang terbaik yang akan mengukir sejarah gemilang. • Selamat beraktivitas kawan Sedulur ! • • ♨Photo by #bukitsiguntang taken at Bukitsiguntang , Palembang ❗ • • Bagi kawan yang punyo informasi wisata keren, moment menarik, Topselfie jugo yang seru nian seputaran kota kito Palembang dan Sekitarnyo atau ado foto dan video keren pribadi dengan tema Kota Palembang/Sumsel dan sekitarnyo yang nak direpost 🌀, silahkan tag|hastag & follow: #yourpalembang @yourpalembang. • Jangan lupo tag ke teman-temannyo juga yo, biar tambah exis dan tambah sedulur☺. ✅Salam Sedulur, Wong Kito Galo. • • Follow👉 @yourpalembang Follow👉 @yourpalembang Follow👉 @yourpalembang

A post shared by YOUR SUMSEL (@yoursumsel) on

Bukit Siguntang terletak di kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I yang berada di 30 meter diatas permukaan laut. Bukit Siguntang dulunya adalah sebuah tempat ibadah keluarga kerajaan Sriwijaya, sekaligus tempat pertapaan. Terdapat pula banyak makam raja, bangsawan, dan pahlawan melayu Sriwijaya yang sering dijadikan tempat berziarah.

  1. Pulau Kemaro

Pulau Kemaro terletak lima kilo meter dari Jembatan Ampera. Kemaro sendiri memiliki arti “kemarau” dalam bahasa Palembang. Nama tersebut diberikan, karena Pulau Kemaro tidak pernah tergenang air, meskipun volume sungai musi sedang menguap.

Pulau ini juga ternyata menyimpan sebuah legenda. Legenda tentang kisah cinta antara Siti Fatimah, putri Raja Palembang, yang dilamar oleh anak Raja China yang bernama Tan Bun Ann. Pulau Kemaro juga memiliki sebuah kelenteng Budha yang diminati para pengunjung.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang67%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Inilah Perkembangan Digital Indonesia Tahun 2018 Sebelummnya

Inilah Perkembangan Digital Indonesia Tahun 2018

I-YES Mengajar Sukses dilaksanakan,  I-YES : I-YES Mengajar akan menjadi Pilot Project Selanjutnya

I-YES Mengajar Sukses dilaksanakan, I-YES : I-YES Mengajar akan menjadi Pilot Project

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.