Setiap tahunnya, perkembangan digital diberbagai negara terus dipantau. Tahun ini WeAreSocial yang bekerja sama dengan Hootsuite kembali melansir Global Digital Report tahun 2018 yang menunjukkan banyak angka menakjubkan dari jagad digital dunia. Dalam laporan tersebut Indonesia pun masuk di dalamnya dan terdapat beberapa hal menarik.

GNFI kemudian berusaha menyarikan beberapa hal menarik dari 2018 Global Digital Report. Sehingga membuat kawan lebih mudah untuk mencari fakta dan memahami isi dari laporan ini. 

Berdasarkan laporan Wearesocial terdapat beberapa fakta mencengangkan. Diantaranya adalah tentang jumlah pengguna internet dunia yang telah mencapai 4,021 miliar orang. Ini artinya sudah lebih dari separuh manusia di bumi telah menggunakan internet. 

Di Indonesia sendiri, dijelaskan bahwa jumlah pengguna internet di Tanah Air mencapai 132 juta orang. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa setengah atau lebih dari 50 persen penduduk Indonesia telah bisa mengakses internet. Sementara di laporan yang sama dijelaskan dari ratusan juta pengguna internet di Indonesia tersebut 60% persennya telah mengakses internet menggunakan ponsel pintar (smartphone).

Tidak hanya dari segi akses yang terus meningkat, tetapi juga dari durasi menggunakan internet. Wearesocial melaporkan bahwa rata-rata dunia menggunakan internet selama enam jam per hari untuk mengakses internet melalui berbagai perangkat. Jika durasi ini dikalikan dengan jumlah pengguna internet dunia, maka durasi penggunaan internet oleh seluruh manusia di bumi bisa mencapai lebih dari 1 miliar jam untuk online di tahun 2018. 

Indonesia dalam hal waktu penggunaan internet menempati peringkat keempat dunia dengan durasi rata-rata menggunakan internet selama 8 jam 51 menit setiap harinya. Indonesia hanya "kalah" dari Thailand yang memiliki durasi 9 jam 38 menit, kemudian Filipina 9 jam 29 menit dan Brazil dengan 9 jam 14 menit. Peringkat Indonesia ini melampaui negara-negara maju seperti Singapura yang memiliki rata-rata durasi 7 jam 9 menit, Tiongkok 6 jam 30 menit, Amerika Serikat 6 jam 30 menit dan Jerman 4 jam 52 menit. 

Durasi waktu yang dihabiskan untuk menggunakan sosial media (Grafik: wearesocial.com)
Durasi waktu yang dihabiskan untuk menggunakan sosial media (Grafik: wearesocial.com)

Penggunaan internet tersebut didominasi oleh aktifitas bersosialisasi di dunia maya. Terbukti dengan jumlah pengguna sosial media dunia yang begitu besar jumlahnya, mencapai 3,196 miliar pengguna. Indonesia dalam hal jumlah pengguna sosial media mencapai 49% persen populasi pengguna internet atau hampir separuh pengguna internet di Indonesia telah memiliki sosial media. Dalam hal pertumbuhan pengguna sosial media sendiri, Indonesia merupakan negara ketiga terbesar dengan tingkat pertumbuhan mencapai 23% atau 24 juta pengguna dalam satu tahun terakhir. 

Hal tersebut terbukti dengan dua kota dari Indonesia menempati posisi sebagai dua kota dengan jumlah pengguna Facebook terbesar dunia. Yakni Bekasi dengan 18 juta pengguna dan Jakarta dengan 16 juta pengguna. Meskipun, jumlah ini juga perlu dipertanyakan karena tidak mencerminkan jumlah populasi sebenarnya. Sebab populasi Bekasi sendiri saat ini berdasarkan BPS masih mencapai 2 juta penduduk. Sementara Jakarta dinilai memiliki populasi 9 juta penduduk. 

Masih tentang sosial media, Indonesia juga menempati salah satu negara terbesar yang menggunakan salah satu sosial media terpopuler dunia, Instagram. Indonesia dalam peringkat pengguna Instagram mencapai 53 juta orang itu artinya hampir seluruh pengguna ponsel pintar di Indonesia adalah pengguna Instagram. Dalam hal ini, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah Amerika Serikat, dan Brazil. 

Negara terbesar menggunakan Instagram (Grafik: wearesocial.com)
Negara terbesar menggunakan Instagram (Grafik: wearesocial.com)

Dari jumlah pengguna sosial media yang begitu besar, mulai kita lihat seberapa lama para pengguna internet tersebut untuk berinteraksi maya leewat sosial media. Lagi-lagi Indonesia menempati salah satu peringkat tertinggi dunia dengan lama durasi menggunakan sosial media sebesar 3 jam 23 menit. Durasi ini bila dibandingkan dengan jumlah total rata-rata menggunakan internet bagi orang Indonesia, maka orang Indonesia mengalokasikan waktu hampir 30% untuk sosial media. 

Namun terlepas dari data membanggakan tentang dunia digital di Indonesia tersebut. GSMA Connectivity Index menjelaskan bahwa Indonesia masih berada pada angka 52.7 dari angka indeks maksimum 100. Sehingga menempatkan Indonesia di rata-rata bawah dunia. Indonesia bahkan dinilai masih kalah unggul dibandingkan dengan negara-negara tetangga ASEAN seperti Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand dan Singapura. 

Ada beberapa hal dalam indeks tersebut yang harus mampu untuk diperbaiki oleh masyarakat Indonesia dan pemerintah. Seperti diantaranya adalah keterjangkauan infrastruktur internet berkecepatan tinggi. Kemudian tentang kesiapan masyarakat Indonesia untuk mengadopsi teknologi internet termutakhir. Kedua hal tersebut kemudian dapat mempengaruhi kualitas konten yang tersedia untuk dikomsumsi pengguna internet di Tanah Air. Inilah yang kemudian dilakukan oleh Good News From Indonesia, yakni berusaha untuk memberikan konten yang berkualitas untuk masyarakat Indonesia lewat berbagai media.

Negara yang optimis teknologi digital mampu membuka peluang baru (Grafik: GNFI)
Negara yang optimis teknologi digital mampu membuka peluang baru (Grafik: GNFI)

Harapannya kemudian adalah agar masyarakat Indonesia benar-benar merasa optimis dengan perkembangakn teknologi digital sesuai dengan hasil laporan yang dilansir Wearesocial yang menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia sebagai negara yang paling optimis memandang internet sebagai teknologi yang mampu membuka banyak peluang dan kesempatan baru dan bukan sebagai teknologi yang memberikan ancaman. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu