Istilah negara megadiverse mengacu pada sebuah wilayah yang menjadi tempat tinggal sebagian besar spesies di bumi dan tingginya jumlah spesies endemik.

Konsep ini melengkapi hotspot keanekaragaman hayati dan kawasan hutan tinggi aneka ragam hayati untuk dapat mencapai cakupan yang signifikan dari sumber daya biologis dunia dan pertama kali dicanangkan pada 1988.

Klasifikasi ini pada intinya bertujuan untuk dapat mendemonstrasikan bagaimana hanya beberapa negara saja yang memiliki keanekaragaman secara global dalam angka yang besar dan menghasilkan tanggung jawab politik terhadap konservasi dan pengelolaan keanekaragaman hayati yang tidak seimbang.

Conservation International mengidentifikasi 17 negara megadiverse pada 1988. Kebanyakan dari mereka terletak di atau sebagian terletak di, wilayah tropis atau subtropis.

Berikut 10 daftar negara megadiverse yang telah dikumpulkan oleh Seasia:

KONGO

Hutan di Kongo | Foto: La Repubblica
Hutan di Kongo | Foto: La Repubblica

Republik Demokrasi Kongo merupakan sebuah negara di Afrika Tengah. Republik Demokrasi Kongo berbeda dengan Republik Kongo, Republik Demokrasi Kongo relatif lebih besar dalam hal luas wilayah. Sebelumnya dikenal sebagai Zaire, hutan hujan Republik Demokrasi Kongo berisikan keanekaragaman hayati yang besar, termasuk simpanse dan bonobo, gajah hutan Afrika, badak putih, dan banyak lagi.

AFRIKA SELATAN

Ekosistem di Afrika Selatan | Foto: Global Environment Facility
Ekosistem di Afrika Selatan | Foto: Global Environment Facility

Republik Afrika Selatan merupakan negara paling selatan di Afrika. Di Afrika Selatan, terdapat kawasan Bushveld, sebuah area hutan sub tropis yang merupakan daerah paling subur di seluruh bagian Afrika.

Banyak jenis mamalia ditemukan di daerah ini, termasuk singa Transvaal, macan tutul Afrika, cheetah Afrika Selatan, badak putih selatan, rusa kutub biru, kudus, impalas, hyena, kudanil, dan jerapah Afrika Selatan.

Terdapat lebih dari 20.000 jenis tanaman, yang mana merupakan 10% dari seluruh spesies tanaman yang telah teridentifikasi di bumi.  Terdapat pula jumlah yang banyak dari pohon baobab di area ini, dekat dengan ujung utara dari Taman Nasional Kruger.

MADAGASKAR

Pohon Baobab di Madagaskar | Foto: PS 119 Amersfort School of Social Awareness
Pohon Baobab di Madagaskar | Foto: PS 119 Amersfort School of Social Awareness

Madagaskar merupakan pulau terbesar ke empat di dunia. Sebelumnya dikenal sebagai Republik Malagasy, Madagaskar merupakan tempat tinggal dari banyak jenis flora dan fauna, dan hampir 90% dari spesies spesies tersebut hanya terdapat di pulau Madagaskar.

Terdapat lebih dari 14 ribu spesies tanaman, yang juga hanya terdapat di Madagaskar. Lemur menjadi karakter dari spesies mamalia andalan Madagaskar karena kayanya spesies lemur yang ada di Madagaskar. Terdapat 103 spesies lemur yang tinggal di Madagaskar. Ekosistem yang sangar beragam dan kehidupan liar yang unik semakin terancap dengan tumbuh cepatnya populasi manusia dan interaksi hariannya dengan lingkungan sekitar.

INDIA

Macan India | Foto: Vivek R. Sinha / WWF
Macan India | Foto: Vivek R. Sinha / WWF

India merupakan satu dari 17 negara megadiverse, yang memiliki 3 hotspot keanekaragaman biodiversity. India memiliki sekitar 8% dari seluruh jumlah mamalia, 13% dari jumlah burung, 8% dari jumlah reptil, 6% dari jumlah amfibi, dan 6% dari seluruh spesies tanaman yang ada di dunia.

Kebanyakan dari mereka dapat ditemukan di hutan hujan tropis, Western Ghats dan hutan Himalaya. India menampung lebih dari lima ratus suaka margasatwa dan tiga belas cagar biosfer.

CINA

Panda Cina | Foto: Wikipedia
Panda Cina | Foto: Wikipedia

Cina merupakan satu dari negara megadiverse yang berada di antara dua zona eko; Palearctic dan Indomalaya. Terdapat lebih dari 34000 spesies tanaman dan hewan, menjadikannya sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar ketiga di dunia.

Terdapat 551 spesies mamalia, 1221 spesies burung, dan 424 spesies reptil di Cina. Tidak hanya itu, terdapat pula 146.000 jenis flora dan 10.000 spesies jamur. Cina menandatangani Rio Convention pada 11 Juli 1992 dan menjadi peserta konvensi pada tahun berikutnya.

MALAYSIA

Taman Nasion Mulu, Malaysia | Foto: youtube
Taman Nasion Mulu, Malaysia | Foto: youtube

Malaysia menandatangani Rio Convention untuk Keanekaragaman Hayati pada 12 Juni 1993, dan menjadi peserta konvensi pada 24 Juni 1994. Terdapat sekitar 20% spesies binatang dunia di Malaysia. Kebanyakan flora dan fauna tersebut ditemukan di hutan yang terdapat pada pegunungan di Borneo.

Terdapat sekitar 210 spesies mamalia di negara ini. Banyak pula spesies burung endemik yang terdapat di Borneo Malaysia. Sekitar 250 spesies reptil, 150 spesies ular, dan 80 spesies kadal terlah tercatat di negara Malaysia.

Tidak hanya itu, terdapat pula sekitar 150 spesies katak dan ribuan spesies serangga. Keunikan anekaragam hayati tersebut telah menjadi salah satu hal menarik bagi para wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk mengunjungi Malaysia.

INDONESIA

Taman Nasional Bunaken | Foto: Manado Baswara
Taman Nasional Bunaken | Foto: Manado Baswara

Indonesia pada hakikatnya merupakan negara kepulauan yang berada di Asia Tenggara, sebagaimana terdapat belasan ribu pulau di negara ini. Indonesia merupakan salah satu negara megadiverse yang berada di peringkat kedua untuk hal total spesies endemik.

Setelah Brazil, Indonesia adalah negara yang memiliki tingkat keanekaragaman tertinggi dengan jumlah sebanyak 1531 spesies burung, 515 spesies mamalia, dan banyak lagi. Sayangnya, karena pertumbuhan manusia yang semakin pesat 15 dari spesies tersebut terancam punah, termasuk Jalak Bali, Badak JAwa, dan Orangutan Sumatra.

FILIPINA

Tarsier Filipina | Foto: Philippines News Agency
Tarsier Filipina | Foto: Philippines News Agency

Hutan hujan Filipina merupakan rumah bagi anekaragam jenis burung, tanaman, hewan, dan makhluk laut. Filipina merupakan salah satu dari 10 negara dengan keanekaragaman hayati terbanyak di dunia.

Sekitar 1,100 spesies hewan tanah bertulang belakang dapat ditemukan di Filipina, termasuk lebih dari 100 spesies mamalia dan 170 spesies burung, yang tidak akan ditemukan di negara manapun di bumi. Filipina memegang peringkat tertinggi dari penemuan hayati didunia - 16 spesies mamalia baru ditemukan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

PAPUA NUGINI

Goodfellow's Kangguru Pohon | Foto: Cool Earth
Goodfellow's Kanguru Pohon | Foto: Cool Earth

Papua Nugini  secara geologi, pulau Nugini merupakan perpanjangan bagian utara dari lempeng tektonik Indo-Australia.

Papua Nugini terhubung ke segmen Australia melalui landas kontinen dangkal melintasi Selat Torres, yang membuat banyak spesies burung dan mamalia terdapat di Papua Nugini memiliki link genetik dengan spesies yang terdapat di Australia. Salah satu fitur yang paling menonjol yang sama untuk kedua daratan tersebut adalah adanya beberapa spesies, termasuk kanguru dan posum, yang tidak ditemukan di tempat lain.

AUSTRALIA

Kanguru | Foto: LT Media Lab
Kanguru | Foto: LT Media Lab

Meskipun hampir seluruh daerah di Australia merupakan daerah dengan iklim semi-gersang dan gurun, Australia tetap memiliki anekaragam jenis flora dan fauna dari alpine hingga hutan hujan tropis. Karena lokasi yang terisolasi, kebanyakan dari spesiesnya unik. Australia memiliki jumlah spesies reptil terbanyak di dunia, dengan 755 spesies.

Di antara flora, banyak spesies cemara, terutama kayu putih yang dominan. Di spesies hewan, Kanguru, Koala, dan wombat adalah spesialisasi Australia.


Sumber: Diterjemahkan dari Seasia.co

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu