Transportasi udara merupakan moda transportasi yang terus meningkat dari segi jumlah penumpang. Hal ini menyebabkan tingkat permintaan transportasi pesawat terus meningkat sehingga banyak bermunculan maskapai di Indonesia. Namun dari sekian banyak maskapai yang ada di Indonesia, aspek ketepatan waktu tetap menjadi pertimbangan utama para penumpang. 

Belum lama ini, Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan merilis daftar maskapai dengan ketepatan waktu (OTP) tertinggi sepanjang tahun 2017. Dalam daftar ini setiap maskapai dinilai berdasarkan banyaknya penerbangan dan jumlah ketepatan waktu dalam satu tahun. 

Sebagaimana diberitakan ANTARA (1/2) tiga maskapai dengan ketepatan waktu tertinggi adalah NAM Air yang mencatatkan OTP sebesar 92,62 persen. Angka ini diperoleh dari total penerbangan 32.209 dan penerbangan tepat waktu 29.832 penerbangan. Maskapai berikutnya adalah Batik Air dengan tingkat OTP mencapai 88,66 persen dari total penerbangan 84.900 dan penerbangan tepat waktu 75.270 penerbangan. Dan diperingkat ketiga ditempati oleh Garuda Indonesia dengan tingkat OTP mencapai 88,53 persen dari total penerbangan 200.918 dan penerbangan tepat waktu 177.875 penerbangan.

Direktur Jendral Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso menjelaskan bahwa hasil tersebut menunjukkan tingkat pelayanan maskapai kepada penumpang turut meningkat. "Ketepatan waktu adalah salah satu pelayanan kepada penumpang yang sangat penting karena penumpang pesawat sejatinya membeli waktu penerbangan, selain membeli rute yang dibutuhkan. Dengan waktu penerbangan yang `on-time`, penumpang bisa menjalankan jadwal kegiatannya dengan tepat waktu juga," ujarnya.

Ia pun menyatakan ucapan terima kasih kepada maskapai penerbangan dan pihak-pihak terkait yang mampu mencetak ketepatan waktu penerbangan yang cukup tinggi. "Masalah ketepatan waktu penerbangan memang bukan domain maskapai saja. Ada pihak lain yang berperan seperti cuaca, kelaikan teknis, banda udara, pengelola navigasi, penanganan di darat dan bahkan penumpang pesawat. Untuk itu kami selaku regulator mengucapkan terimaskasih atas kerjasam dan kerja keras selama ini," ucap Agus.

Selama tahun 2017 sendiri jumlah penerbangan rute domestik maskapai di Indonesia mencapai 828.608 penerbangan. Jumlah ini meningkat 8,5 persen dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 763.522 penerbangan. Sementara secara keseluruhan total OTP maskapai di tahun 2017 mencapai 80,14 persen atau 664.024 penerbangan. Angka OTP ini dinilai mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016 lalu yang mencapai 82,67 persen atau 631.216 penerbangan dari total 763.522 yang terjadi di tahun 2016. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu