PUSHAM FISIPOL UNDAR Gelar Diskusi Bahas Tragedi Kemanusiaan Rohingya

PUSHAM FISIPOL UNDAR Gelar Diskusi Bahas Tragedi Kemanusiaan Rohingya
info gambar utama

Kekerasan terhadap warga Rohingya di Myanmar telah menimbulkan kecaman dari berbagai negara, khususnya negara-negara di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Aksi solidaritas digalang oleh berbagai elemen masyarakat. Mulai dari aksi demonstrasi di berbagai daerah hingga penggalangan dana.

Beranjak pada isu kemanusiaan tersebut, Kamis (08/02) Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PUSHAM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Darul Ulum Jombang menggelar Diskusi yang bertajuk A Learn From Rohingya For Harmony In Diversity. Diskusi ini dihadiri oleh Simon Nicholas Duncan seorang jurnalis internasional dan akademisi di salah satu Universitas Myanmar.

"Konflik yang terjadi di Rohingya ini merupakan konflik yang cukup kompleks. Bukan saja tentang etnis Rohingya namun lebih dari itu melibatkan sejarah sosial politik di Myanmar, beragamnya etnisitas di Myanmar dan kepentingan-kepentingan pemerintah serta kelompok tertentu di Myanmar" ujar Simon membuka diskusi tersebut.

Diskusi yang digelar di Kantor FISIPOL Universitas Darul Ulum tersebut menjadi diskusi perdana yang akan terus diselenggarakan oleh PUSHAM FISIPOL dalam merespon setiap isu hak asasi manusia, demokrasi, keberagaman dan toleransi. Diskusi tersebut secara resmi di launching oleh Dr. H. Cholil Hasyim selaku Wakil Rektor III Universitas Darul Ulum Jombang dan Dr. H. Machwal Huda, M.Si selaku Dekan FISIPOL Universitas Darul 'Ulum Jombang.

"Harapannya, setelah di launching hari ini, diskusi yang dilakukan oleh PUSHAM FISIPOL mampu meningkatkan kualitas suasana akademik dan pengembangan keilmuan yang tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat luas." terang Khudrotun Nafisah selaku Direktur PUSHAM FISIPOL.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini