Jakarta Smart City Upayakan Atasi Macet Jakarta

Jakarta Smart City Upayakan Atasi Macet Jakarta
info gambar utama

Tahukah kawan GNFI, bahwa Kota Jakarta sudah mengadaptasi konsep Smart City? Secara umum, menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution konsep dasar Smart City adalah sebuah kota yang pintar secara ekonomi. Ada beberapa konsep smart selanjutnya, yaitu: 1/ Smart mobility 2/ Smart environmental, 3/ Smart government, 4/ Smart living.

Beberapa konsep Smart City di atas juga diharapkan dapat mengurangi beberapa masalah di Jakarta. Salah satunya adalah masalah kemacetan.

Jakarta Smart City berencana menggandeng dua perusahaan ojek online untuk berbagi data seputar lalu lintas untuk menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta.

Kepala Jakarta Smart city, Setaiji, menyebut bahwa dengan adanya ojek online yaitu Ggojek Indonesia dan Uber, akan bersedia memberikan data lalu lintas pengendara mereka untuk membantu pemerintah memecahkan masalah kemacetan di Jakarta. Kerjasama baik ini akan direalisasikan tahun ini.

“Sudah ada pembicaraan dari ojol (ojek online) untuk memberi data ke Pemda DKI," terang Setiaji seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com

Pemerintah ingin mengetahui bagaimana pergerakan warga Jakarta pada jam-jam sibuk dan keadaan kepadatan jalan. Nantinya kemacepan akan dapat diprediksi dan dapat di amtisipasi

Selama ini pihak Jakarta Smart City hanya mendapat data kepadatan jalan secara real time dari aplikasi Waze.

Selain data kepadatan jalan, data tersebut juga dihubungkan dengan variabel lain seperti, apakah terjadi hujan, ada penutupan jalan, ada pembangunan jalan, dan kebiasaan lalu lintas di hari kerja dan hari libur. Tujuannya, membaca pola dan memprediksi kemacetan dan tentunya dapat mengantisipasi kemacetan yang akan terjadi.

Selain dari usaha Jakarta Smart City yang mengandeng beberapa perusahaan ojek online, tentunya partisipasi masyarakat Jakarta sendiri juga dibutuhkan untuk mengurangi kasus kemacetan.


Sumber: cnnindonesia.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini