Startup asal Indonesia, GO-JEK kembal imendapatkan pendanaan sejumlah besar. Setelah pada bulan Januari lalu mendapatkan pendanaan dari Temasek dan Google, kali ini startup yang telah berpredikat unicorn (bernilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar) tersebut kembali mendapatkan pendanaan sebesar US$ 150 juta atau sekitar 2 Triliun Rupiah. Pendanaan tersebut berasal dari perusahaan Indonesia yakni PT Astra International Tbk. (Astra). 

Sebagaimana rilis yang diterima GNFI (12/2) Astra International yang telah berpengalaman dalam industri otomotif akan mampu bekerja sama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selama ini, produk-produk Astra sendiri secara tidak langsung juga berperan karena para mitra pengemudi banyak yang menggunakan kendaraan bermotor buatan Astra. 

Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiato, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat senang menjadi bagian dari perjalanan GO-JEK. "Perusahaan ini (GO-JEK) merupakan garis depan dalam ekonomi digital Indonesia yang dipimpin oleh tim manajemen asal Indonesia yang kuat. Dengan berkolaborasi bersama GO-JEK Astra berharap untuk menciptakan nilai-nilai baru sembari meningkatkan inisiatif digital milik kami," ujarnya.

Prijono juga menjelaskan bahwa Astra sangat tertarik bekerjasama dengan GO-JEK karena perusahaan digital tersebut memiliki misi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. "Misi sosial ini seiring dengan komitmen kami untuk mendukung pengembangan usaha kecil menengah. Teknologi memiliki peran yang signifikan dalam mencapai misi ini dan kami yakin dengan kemampuan perubahan yang dilakukan oleh perusahaan digital seperti GO-JEK," imbuhnya. 

Sementara itu, CEO GO-JEK, Nadiem Makarim menjelaskan bahwa pendanaan ini merupakan pencapaian yang penting bagi GO-JEK. Sebab menurutnya hal ini merupakan pengakuan bahwa sebuah perusahaan Indonesia paling ikonik dan sukses menunjukkan kepercayaan pada GO-JEK. 

"Baik Astra dan GO-JEK memiliki misi untuk memajukan Indonesia melalui pemberdayaan manusia. Kami sangat bersyukur dengan dukungan Astra. Dua organisasi kami berbagi sebuah kepercayaan yang sama yakni dengan bekerjasama, kami bisa mendeorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup jutaan orang di seluruh negeri," jelas Nadiem. 

GO-JEK sendiri merupakan perusahaan digital yang telah mencapai tingkatan unicorn pada tahun 2016 yang lalu. Hingga kini, nilai valuasi dengan masuknya investasi dari Astra International, diperkirakan telah mencapai Rp 55 Triliun. Bila dibandingkan dengan pesaing terdekat GO-JEK di Asia Tenggara, Grab, perusahaan yang telah memiliki 200.000 lebih mitra pengendara ini memang masih kalah nilai. Sebab Grab yang berbasis di Singapura telah mencapai nilai valuasi mencapai Rp 80 Triliun. Meski begitu, reputasi GO-JEK cukup mentereng sebab dinilai sebagai perusahaan pengubah dunia versi majalah Fortune tahun 2017. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu