Di abad 19 Indonesia merupakan salah satu negara dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat. Dari sekian banyak negara di dunia, Indonesia adalah salah satu yang telah memiliki kebun raya botani. Kala itu, kebun raya di Indonesia berada di Buitenzorg atau kini dikenal sebagai Bogor. 

Kebun Raya yang kini dikenal sebagai Kebun Raya Bogor telah ada sejak era kolonial Belanda dan telah berumur 200 tahun. Itu sebabnya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berusaha untuk mengusulkan Kebun Raya Bogor sebagai warisan dunia atau world heritage site.

Sebagaimana diberitakan Republika (18/1) Kepala Sub-bagian kerja sama dan Informasi Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor-LIPI, Rosniati Apriani Risna menjelaskan bahwa usulan menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai warisan dunia ke UNESCO telah dimulai sejak tahun 2010. "Awalnya yang mengusulkan oleh Bogor 100, salah satu komunitas yang ada di Bogor. Tapi mandek, sehingga LIPI menginiasi untuk mengusulkan kembali," kata Risna.

Sementara itu, keberadaan Kebun Raya Bogor yang secara institusi tidak berdiri sendiri (ada keterlibatan Pemerintah Kota Bogor) pihak Istana Kepresidenan Bogor sebagi kewenangan perlu juga diajak untuk berkomitmen. 

Risna pun mengatakan bahwa untuk mendapatkan pengakuan UNESCO prosesnya tidak sederhana. Sebab harus melalui berbagai tahap yang disyaratkan seperti tahap pertama adalah pengajuan sementara warisan dunia atau tentative list.

LIPI sendiri telah melakukan diskui grup terarah dalam rangka mengajukan Kebun Raya Bogor sebagai warisan dunia. Diskusi tersebut pertama kali dilakukan pada akhir 2017 yang lalu dan 22 Januari yang lalu. Dalam diskusi tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiato menyatakan dukungannya terhadap pengusulan Kebun Raya Bogor sebagai warisan dunia. Hadir juga Kepala Sub Direktorat Warisan Benda Budaya Dunia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Yunus Arni dan Professor Purwanto dari Pusat Penelitian Biologi LIPI.

"KRB (Kebun Raya Bogor) tidak berdiri sendiri, ada pemangku kepentingan lain yang perlu diminta komitmennya untuk bersama-sama mewujudkan KRB sebagai warisan dunia," ujar Risna. 

Komitmen Pemkot Bogor dinilai diperlukan karena saat usulan warisan dunia diterima, pemerintah kota harus menyelaraskan rancangan tata ruang wilayah yang sejalan dengan Kebun Raya Bogor. "Pemkot harus menjadi pembatas mana yang boleh dibangun dan tidak boleh dibangun terutama di aera dekat KRB," jelas Risna.

Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Hayati Enny Sudarmonowati pun mengatakan bahwa di Indonesia belum ada lembaga konservasi tumbuhan ex-situ yang menjadi warisan dunia. "Kebun Raya Bogor akan menjadi yang pertama," kata Enny.

Enny pun menjelaskan bahwa pengajuan Kebun Raya Bogor sebagai warisan dunia juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga kebun raya tertua di Indonesia tersebut dari ancaman. Bahkan menurutnya, Kebun Raya Bogor lebih memiliki banyak hal untuk ditawarkan dibandingkan dengan Singapore Botanic Garden yang telah menjadi warisan dunia. "Selain itu juga dapat meningkatkan nilai jual KRB dalam hal promosi dan kerja sama serta pendatapatan sebagai ecotourism" jelasnya.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu