Bandara Internasional Ahmad Yani akan Menjadi Bandara Terapung Pertama di Indonesia!

Bandara Internasional Ahmad Yani akan Menjadi Bandara Terapung Pertama di Indonesia!

Gambaran Proyek Bandara Internasional Ahmad Yani © Radioidola.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia akan memiliki bandara terapung pertamanya, yaitu Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Bandara ini disebut terapung karena bangunan dengan luas 58.652 meter ini akan dibangun diatas lahan rawa. Pembangunan bandara ini dilakukan dengan menggunakan tiang pancang melalui metode Prefabricated Vertical Drain (PVD). PVD ini adalah drainase buatan yang dapat berfungsi pada lapisan tanah lunak.

Dengan luas hingga bangunan tersebut, maka terminal baru ini akan memiliki luas sembilan kali lipat dari luas terminal yang ada sebelumnya, yaitu 6.708 meter persegi. Terminal ini juga memiliki tempat parkir pesawat (apron) seluas 72.522 meter persegi, sehingga dapat menampung 13 pesawat narrow body, atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 2 pesawat kargo ukuran besar. Diharapkan bandara ini dapat menampung 6 juta penumpang pertahun, melihat peningkatan penumpang pada tahun 2017 saja sudah menyentuh angka 4,4 juta penumpang. Langkah ini dilakukan pemerintah untuk menjadikan Bandara Ahmad yani sebagai bandar udara bisnis dan industri.

Desain Bandara Ahmad Yani yang terapung | Sumber: bandaraonline.com
Desain Bandara Ahmad Yani yang terapung | Sumber: bandaraonline.com

Melihat keunikan dari rencana pembangunan bandara ini, maka pemerintah juga membuat rancangan bangunan dengan konsep eco-airport. Dengan konsep tersebut, maka bandara akan dirancang dengan memiliki langit-langit yang tinggi, dan kaca yang besar. Selain itu pada area sekitar badara akan ditanam 24.000 bibit mangrove dengan harapan dapat menekan polusi yang dihasilkan di bandara dan juga melindungi kelestarian alam. Pengelolaan lingkungan juga dilakukan melalui aspek kebisingan, getaran, udara, air, tanah, sampah, energi, kawasan keselamatan operasi penerbangan, dan juga kesehatan masyarakat. Pembangunan yang berfokus pada lingkungan ini ditargetkan mampu meraih Gold Certificate dari Green Building Council Indonesia (GBCI) kedepannya.

Prosesi penutupan atap bandara oleh pemerintah | Sumber: news.liputan6.com
Prosesi penutupan atap bandara oleh pemerintah | Sumber: news.liputan6.com

Bandara yang memakan biaya Rp 2 triliun ini akan mulai beroperasi pada mei 2018, melihat pentingnya untuk mempersiapkan lebaran Idul Fitri. Pembangunan bandara yang progresif ditandai dengan dilakukannya penutupan atap terminal baru oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. PT Angkasa Pura I (Persero) akan mengoperasikan Bandara Ahmad Yani tentu dengan syarat-syarat minimum, seperti terminal penumpang, gedung parkir satu lantai, terminal kargo, masjid, gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). Untuk pengoperasian secara menyeluruh, pihak Angkasa Pura I menargetkannya pada awal 2019.

Sumber: merdeka.com | cnnindonesia.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga89%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli11%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Menlu Terima Sertifikat Dari UNESCO Sebelummnya

Menlu Terima Sertifikat Dari UNESCO

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Ilham Bafadal
@ilhammib

Ilham Bafadal

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.