Global Passport Index 2018 baru saja dirilis oleh lembaga konsultan Arton Capital. Ada kejutan, di mana paspor dari dua negara Asia menjadi jawara dengan menduduki peringkat 1 dunia sebagai paspor paling digdaya. Mereka adalah paspor Singapura dan Korea Selatan, yang masing-masing bisa bepergian bebas visa, atau visa elektronik, atau visa-on-arrival ke 162 negara. 

Singapura menjadi negara Asia pertama yang menjadi peringkat 1 dunia pada Oktober 2017 lalu. Peringkat Korsel naik drastis saat Uzbekistan memberikan akses bebas Visa ke negara tersebut (juga Singapura) belum lama ini. 

Kedua negara ini diikuti ketat oleh Jerman dan Jepang yang sama-sama di peringkat 2, dengan skor 161 (bisa bepergian dengan mudah ke 161 negara). 

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Negara Asia lain yang masuk 10 besar adalah Malaysia yang berada di peringkat 6 dunia dengan skor 157. Bagaimana dengan Indonesia? Di rilis terbaru, posisi Indonesia naik cukup baik, dari posisi 64 dengan skor 63 (bisa bepergian tanpa visa ke 63 negara) di bulan Oktober 2017, menjadi posisi 61 dengan skor 70. Cukup baik. 

Tak hanya itu. 

Seperti dilansir Antara, Indonesia juga didaulat sebagai negara dengan kenaikan paling signifikan selama 2017. Ada lima negara dengan kenaikan skor paling tajam pada 2017, yakni:

  • Georgia naik 38 poin, yang artinya ada 38 negara baru yang memberikan akses bebas visa maupun Visa on Arrival
  • Ukraina naik 34 poin
  • Republik Dominika naik 11 poin
  • Indonesia naik 11 poin
  • Uni Emirat Arab naik 9 poin

Bisa kita lihat, ada 11 negara yang memberikan kemudahan visa bagi Indonesia, baik bebas visa, visa on arrival, maupun visa elektronik. Siapa saja mereka?

Pada awal 2017, ada Belarusia yang memberikan bebas visa, lalu berturut-turut Mali, Serbia, dan Qatar. Selain itu Gabon, Mauritius, Azerbaijan, Mozambik, dan Ukraina memberikan kemudahan berupa visa on Arrival bagi para pemegang paspor Indonesia. 

Paspor Indonesia | shutterstock
Paspor Indonesia | shutterstock

Menjelang akhir 2017, Australia memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang bisa masuk ke negara tersebut dengan cukup mengajukan visa secara online, sehingga kita tak perlu datang ke Kedubes Australia untuk mengajukan visa. Terakhir, Rwanda memberikan fasilitas bebas visa bagi Indonesia. 

Bagaimana dengan tahun depan? Apakah kita boleh berharap paspor Indonesia bisa diberikan fasilitas, setidaknya, visa online atau visa on arrival ke negara-negara Schengen? 

Tak ada salahnya berharap, sambil terus menjaga reputasi Indonesia di dalam dan di luar negeri. Semoga saja. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu